History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

“Hari Angkatan Bersenjata”, Militer Myanmar Kembali Membebaskan 322 Warga

  • 27 March, 2021
  • 譚雲福
“Hari Angkatan Bersenjata”, Militer Myanmar Kembali Membebaskan 322 Warga
“Hari Angkatan Bersenjata”, Militer Myanmar Kembali Membebaskan 322 Warga

(Taiwan, ROC) – Tanggal 27 Maret diperingati sebagai “Hari Angkatan Bersenjata” bagi warga Myanmar. Di tengah persiapan yang dilakukan oleh pihak militer Myanmar pada Jumat kemarin (26/3), para aktivis setempat meminta masyarakat untuk meluncurkan demonstrasi skala besar, dalam rangka menentang aksi kudeta.

Kantor pusat Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, diberitakan sempat terbakar pada Jumat pagi (26/3), akibat terkena bom bensin. Tidak ada kerugian besar atau korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian kemarin.

Aksi kudeta dan penggulingan kekuasaan Aung San Suu Kyi yang dilancarkan pihak militer pada 1 Februari 2021 lalu, telah memicu serangkaian aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh negeri Myanmar.

Para pendemo menuntut agar otoritas Myanmar kembali ke mekanisme demokrasi seperti semula. Aksi para warga yang memrotes tersebut, mendapat tekanan dari pasukan keamanan Myanmar, yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap. Akibatnya ratusan warga pun dilaporkan luka-luka dan bahkan meninggal dunia.

Menilik data yang dirilis oleh lembaga swadaya masyarakat setempat, Assistance Association for Political Prisoners AAPP, semenjak aksi kudeta yang berlangsung pada awal Februari lalu, setidaknya ada 320 kasus kematian yang dilaporkan dan 3.000 lainnya ditahan pihak berwenang.

AAPP menambahkan bahwa jumlah kematian sebenarnya mungkin lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Pejabat senior Myanmar menyampaikan, pihaknya telah membebaskan lebih dari 300 orang pada tanggal 26 Maret 2021, yang sebelumnya pernah terlibat dalam demonstrasi menentang kudeta.

Pejabat tersebut melanjutkan, penjara utama di Kota Yangon, Insein, membebaskan sekitar 322 orang (26/3), meliputi 249 pria dan 73 wanita. Sebelumnya, pembebasan serupa juga pernah dilakukan oleh militer Myanmar pada tanggal 24 Maret 2021. 628 warga yang terlibat dalam aksi protes menentang kudeta dilepaskan.

Hingga berita ini diluncurkan, otoritas setempat telah membebaskan lebih dari 950 orang.

Media mewartakan, di tengah tekanan pihak militer terhadap para aktivis dan sekutu Aung San Suu Kyi, membuat banyak orang cemas akan terjadinya kericuhan yang lebih besar pada peringatan “Hari Tentara Nasional”.

Selain insiden kebakaran di kantor pusat Partai NLD, aparat kepolisian pada tanggal 25 Maret 2021 menerobos masuk ke kediaman politikus Partai NLD - Kyaw Aye Win, dan menangkap putranya.

Kyaw Aye Win sendiri juga telah ditahan sebelumnya oleh pihak militer Myanmar.

Aksi penahanan tersebut memicu kemarahan para demonstran, mereka berkumpul di luar kantor kepolisian setempat dan menuntut pembebasan mereka.

Komentar

Terbarumore