(Taiwan, ROC) Insiden dua pesawat tempur F-5E dicurigai tabrakan kemudian terjatuh pada tanggal 22 Maret, mengakibatkan pilot Lo Shang-hua (羅尚樺) tewas dan satu pilot lainnya Pan Ying-chun (潘穎諄) hilang masih belum ditemukan, masih dalam pencarian yang telah berjalan hamper 72 jam. Menhan Chiu Kuo-cheng (邱國正) pada hari Kamis ini (25/3) dalam sidang Yuan Legislatif menyampaikan, setelah mendapatkan beberapa peralatan dan kursi, sementara belum ada perkembangan apapun, namun ia menekankan pencarian masih terus berlanjut, tidak akan berhenti mencakup tim darat, udara dan laut, dia juga melaporkan kepada keluarga korban, dan pencarian akan terus berlanjut.
Berkaitan dengan masyarakat yang memperhatikan perkembangan kondisi penggantian kursi lontar dan efektivitasnya, Chiu Kuo-cheng menekankan menjaga hidup manusia dan nyawa manusia sangat berharga, tidak memboros, pada tahun lalu pesawat tempur yang sama F-5E jatuh menyebabkan pilot Chu Kuan-meng (朱冠甍) tewas, kemudian mulai mempromosikan untuk mengganti kursi lontar, semula dijadwalkan menunggu hingga tahun 2022, tetapi dikarenakan AU dan pihak produsen telah bernegosiasi maka akan dipercepat.
Selain itu, Ketua partai KMT Johnny Chiang (江啟臣) meragukan sebelum kursi lontar diganti, bagaimana menjamin keselamatan militer? Menhan Chiu mengatakan, mengingatkan agar setiap instansi kemiliteran dapat memperkuat pelatihan.
Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Kami dari aspek pelatihan akan dimulai, saya juga merasakan, dan menyampaikan kepada rekan –rekan sekalian, mereka punya profesionalitas dalam penerbangan, sepengetahuan saya, tidak hanya Angkatan Udara, setiap instansi kemiliteran wajib menghindari satu persoalan, yakni jangan beranggapan diri senior, maka aspek pelatihan wajib kita tingkatkan, selebihnya untuk penerbangan lainnya yang wajib dilakukan masih tetap akan dilaksanakan, karena persiapan tempur tidak boleh kendur.”
Berkaitan dengan faktor penyebab kecelakan ini, Menhan Chiu mengatakan, kedua pesawat tempur ini saling bertabrakan, untuk mendetail masih akan diperiksa lebih lanjut, setiap kemungkinan wajib ditampung menjadi bahan pertimbangan, satu per satu akan diperiksa dengan seksama, tidak hanya masyarakat yang mengharapkan kebenaran, pihak militer juga wajib mengetahui jelas faktor penyebab baru bisa mendapat solusinya.