(Taiwan, ROC) -- Perusahaan chip utama Amerika Serikat, INTEL tanggal 23 Maret menyampaikan akan menanamkan modalnya sebesar US$20 milyar (atau sekitar Rp.288 Triliun) untuk pembangunan 2 pabrik di Arizona, Amerika Serikat, guna meningkatkan perencanaan produksi di Amerika Serikat dan Eropa, yang mana ini menjadi tantangan langsung bagi perusahaan semikonduktor Taiwan TSMC dan perusahaan elektronik Samsung Korea.
Kantor Berita Perancis, L'Agence France-Presse (AFP) melaporkan, kekurangan chip global membuat perusahaan Amerika Serikat dan Eropa berupaya untuk mengurangi ketergantungan mereka pada pabrik semikonduktor benua Asia. INTEL sendiri harus mencari strategi yang berani untuk menahan tekanan dalam upaya menghadapi persaingan ketat. CEO INTEL, Pat Gelsinger mengumumkan penanaman modal dan strategi perusahaan tersebut dalam siaran langsung online.
Reuters Inggris menyampaikan, strategi INTEL ini akan langsung menghantam TSMC perusahaan semikonduktor Taiwan dan Samsung Electronics Co Ltd Korea. Pat Gelsinger menegaskan, INTEL merencanakan akan terus memproduksi chip dari pabriknya yang ada, bersamaan dengan itu juga akan melakukan hubungan baik dengan pabrik semikonduktor lainnya dalam penyediaan rantai produksi INTEL.
INTEL juga mengemukakan, guna memenuhi kebutuhan chip bagi perusahaan utama di Amerika dan Eropa, maka akan membangun Foundry Services. Penasihat Moor Insights & Strategy, Patrik Moorhead menyampaikan, “Apa yang diumumkan Pat Gelsinger, membuatnya memiliki banyak pemikiran yang beranggapan bahwa INTEL kembali “pulang” jika perusahaan ini bisa memiliki perencanaan ini. Investasi US$20 milyar merupakan keberanian yang sangat besar.”
Patrik Moorhead memperkirakan, sehubungan pemerintah AS dan Eropa telah menyatakan permintaan mereka untuk chip mutakhir, untuk itu Intel pasti memiliki lebih banyak rencana investasi.