(Taiwan, ROC) – Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) hari Rabu (24/3) mengumumkan adanya penambahan baru 2 kasus COVID-19 yang diimpor dari Indonesia dan Filipina yaitu kasus ke-1009 dan kasus ke-1010.
CECC menyampaikan, kasus ke-1009 adalah seorang perempuan berusia 20 an tahun berkewargaan Indoneisa yang November 2020 lalu terdiagnosis COVID-19 dan telah disembuhkan saat masih berada di Indonesia, pasien yang datang ke Taiwan dengan tujuan sekolah tiba tanggal 9 Maret 2021, membawa hasil test negatif PCR yang berlaku 3 hari, setibanya di Taiwan pasien langsung menjalani karantina di Pusat Karantina, dan pada pemeriksaan usai karantina tanggal 22 Maret yang hasilnya dikeluarkan hari ini ternyata positif, selama menjalanini karantina pasien tidak menunjukkan gejala.
CECC mengemukakan, untuk kasus ke-1010 adalah pria berkewarganegaraan Filipina berusia 20 an tahun, tiba di Taiwan pada tanggal 9 Maret 2021 dengan tujuan bekerja, pasien ini juga membawa hasil test PCR negative yang berlaku 3 hari saat masuk, dan langsung menjalani karantina di Pusat Karantina hingga tanggal 22 Maret usai karantina melakukan test, hasil yang dikeluarkan hari ini ternyata positif. Pasien juga tidak mengalami gejala sama sekali.
Berdasarkan data statistik CECC, hingga hari ini tanggal 24 Maret 2021, kumulatif kasus COVID-19 di Taiwan ada 1.009 yang terdiri dari 893 kasus impor dari luar negeri, 77 kasus yang tertular dari dalam negeri, 36 kasus armada persahabatan, 2 kasus penularan pesawat dan 1 kasus tidak jelas asalnya. Selain itu ada 1 nomer kasus kosong (kasus ke-530). Dari semua kasus yang ada terdapat 10 orang meninggal, 969 orang yang sudah terbebas dari isolasi dan 30 pasien yang masih menjalani pengobatan isolasi.