(Taiwan, ROC) - Taiwan hari Senin, 22 Maret, memulai vaksinasi Covid-19. Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) dan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung (陳時中) menjadi orang pertama yang menerima suntikan AstraZeneca.
Setelah mendapatkan suntikan di Rumah Sakit National Taiwan University di Taipei, Su mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak merasakan sakit atau tidak nyaman, dan ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dalam mengikuti langkahnya untuk mendapatkan vaksinasi.
Perdana Menteri Su mengatakan, "Saya tadi telah menyelesaikan penyuntikan di lengan kiriku. Saat ini tempat penyuntikan tidak terasa sakit apapun, badan juga tidak nyeri. Setelah istirahat 30 menit, kondisi sekarang bagus, sama sekali tidak terasa tak nyaman."
Sementara itu, Ketua Pengurus Rumah Sakit Shuang Ho, Wu Mai-szu (吳麥斯), yang menjadi petugas medis pertama di Taiwan yang mendapatkan suntikan vaksin AstraZeneca, melukiskan vaksinasi kali ini seperti mengambil vaksin lain dan ia sama sekali tidak khawatir. Wu juga menambahkan, mayoritas staf di rumah sakitnya sudah menyatakan kesediaan untuk mendapatkan vaksin AstraZeneca.
Program vaksinasi Covid-19 di Taiwan dimulai pada hari Senin setelah kelompok pertama 117.000 dosis vaksin AstraZeneca diterima pada 3 Maret, dan inspeksi penyegelannya diselesaikan Selasa lalu. 57 rumah sakit telah ditunjuk sebagai lokasi penyuntikan.
Menurut Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), prioritas akan diberikan kepada staf medis dan petugas lain di rumah sakit, klinik dan pusat karantina, dan kemudian kepada orang-orang yang bekerja di bidang pencegahan epidemi.
Taiwan telah menandatangani kontrak untuk membeli total 10 juta dosis vaksin AstraZeneca, 5,05 juta dosis vaksin Moderna, dan 4,76 juta dosis vaksin dengan merek yang tidak ditentukan melalui program alokasi COVAX. Namun, hingga saat ini, Taiwan hanya berhasil memperoleh 117.000 dosis vaksin AstraZeneca.