(Taiwan, ROC) – Yleisradio Oy, Radio Nasional Finlandia melaporkan, berdasarkan penelitian dari Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia (Finnish Institute for Health and Welfare) mendapati, hingga Februari 2021 jumlah anak-anak di bawah usia 10 tahun meningkat 250% dibandingkan dengan November 2020.
Penelitian ini menemukan, terdapat penambahan sekitar 80% pada tiap-tiap jenjang usia jika dibandingkan dengan November tahun lalu, dan satu-satunya yang mengalami tingkatan minus adalah pada jenjang usia 80 ke atas, penyebabnya adalah selain penyuntikan vaksin, para lansia ini lebih memperhatikan pencegahan epidemi dibandingkan dengan kelompok muda.
Sedangkan kasus terdiagnosis pada kelompok anak-anak di bawah usia 10 tahun meningkat pesat, tidak saja di Finlandia, di negara lainnya seperti Swedia, Inggris dan negara-negara di benua Eropa juga memperlihatkan situasi yang sama.
Alasan peningkatan ini sangat tidak jelas, tetapi Kepala Dokter penyakit menular Asko Järvinen dari Helsinki University Hospital (HUS) menyampaikan, kemungkinan besar salah satu alasannya adalah penularan yang disebabkan varian virus di Inggris.
Berdasarkan laporan Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia (Finnish Institute for Health and Welfare) memperlihatkan, yang paling banyak ditemukan kasus pada anak berusia 10 tahun ke bawah adalah karena tertular dari orang dewasa yang terdiagnosis dalam keluarganya. Berdasarkan informasi buletin Kesehatan “The Lancet” diketahui kekuatan penularan pada tingkatan usia anak-anak tidak tinggi, kebanyakan kasus anak-anak hanya memperlihatkan gejala ringan atau bankan tanpa gejala. Dalam buletin tersebut juga terdapat penelitian yang menunjukkan, virus varian Inggris tidak mengubah gejala pada mereka yang berusia di bawah 18 tahun.
Tingkat penularan yang paling tinggi berada pada tingkat jenjang usia antara 20 – 29 tahun. Beberapa hari lalu Finlandia mengumumkan pembatasan kota pada Maret karena alasan ini. Situasi penularan semakin parah pada 15 kawasan sehingga mengharuskan untuk menutup bar, restoran, kedai kopi dan lainnya, sedangkan untuk murid berusia 7 tahun ke bawah diterapkan belajar mengajar online. Larangan ini untuk sementara berlaku hingga 28 Maret 2021