(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis ini (18/3) menghadiri pameran “Mengenang Musibah Gempa Bumi Dashyat 11 Maret–Kemitraan Timur Laut”. Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan, beberapa hari terakhir ini parpol berkuasa dan oposisi melanjutkan pembahasan pengaktifan kembali PLTN IV, tetapi jawaban sangat pasti, berdasarkan pertimbangan keamanan, dana dan waktu maka PLTN IV bukan menjadi pilihan, juga tidak ada kabupaten kota yang bersedia menanggung risiko PLTN IV dan limbah nuklir.
Presiden Tsai Ing-wen pada hari Kamis ini (18/3) berada di Huashan 1914. Creative park menghadiri pameran ini, pertama-tama Presiden Tsai menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan dengan serangkaian kegiatan dan acara ini hanya berlangsung hingga pekan ini, maka secara khusus Presiden Tsai menyempatkan diri menghadiri kegiatan ini, juga mengharapkan agar pameran khusus ini dapat membangkitkan semangat saling membantu antara masyarakat Taiwan dan Jepang. Presiden Tsai juga berterima kasih kepada Jepang yang mendukung produk pertanian buah nanas Taiwan, mengharapkan kemitraan ini dapat semakin ditingkatkan.
Presiden Tsai mengatakan1, “Jawabannya sangat jelas, ada pertimbangan factor keamanan, biaya, waktu jika mengaktifkan kembali PLTN IV, maka dari beberapa sudut pandang ini, PLTN IV bukan pilihan, kami akan memperlaju transformasi sumber energi, memberikan Taiwan masa depan yang aman dan dengan pasokan listrik yang stabil.”
Presiden Tsai Ing-wen kemarin malam juga memposting di laman facebook, mengutarakan berdasarkan pendataan dari Kemenko, pasokan listrik yang dihasilkan PLTNdi seluruh Taiwan dengan perbandingan semenjak tahun 1985 mencatat 51,71% paling tinggi, kemudian menurun secara bertahap, hingga tahun lalu hanya 11,24%, sudah bukan menjadi sumber listrik utama, dikarenakan batas waktu, 2 mesin di PLTN pabrik satu sudah tidak beroperasi, pabrik 2 juga direncanakan pada bulan Juni tahun ini akan dinon-aktifkan, pasokan listrik yang dihasilkan PLTN semakin lama semakin berkurang.
Presiden Tsai menekankan, pembangkit tenaga listrik nuklir memicu kontroversi, risiko tinggi, pengelolaan limbah nuklir lebih sulit, semestinya lebih mempertimbangkan listrik hijau yang ramah lingkungan, memperlaju pemakaian gas alam menggantikan batu bara, hingga secara signifikan menurunkan polusi udara, serta menjamin pasokan listrik yang terpenuhi dan stabil.