(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan Union Railway Taiwan cabang Yilan pada liburan cengbeng ziarah kubur tahun ini mempromosikan liburan sesuai aturan, perusahaan jawatan perkeretaapian Taiwan (Taiwan Railways Administration,TRA) protes dan mengeluarkan “jadwal pengurangan upah gaji”. Menteri Perhubungan Lin Chia-lung (林佳龍) menegaskan, sistem kerja bergilir hingga akhir tahun ini tidak ada perubahan, tetapi tidak diterima oleh asosiasi cabang Yilan. Sehubungan dengan hal ini, Lin Chia-lung mengatakan pihak asosiasi menyampaikan ini ada tindakan dari sebagian rekan kerja, hingga saat ini belum ada putusan dari pihak asosiasi.
Guna menerapkan seminggu libur 2 hari, TRA merencanakan sistem shift kerja baru “3 shift kerja 4 putaran”, memicu ketidakpuasan rekan kerja TRA cabang Yilan, beranggapan rata-rata pendapatan mereka akan berkurang setidaknya 8.000-10.000 per bulan, maka ditanggapi dengan aksi liburan sesuai aturan pada liburan chengbeng yang dikuatirkan dapat memengaruhi kelancaran transportasi.
Sementara ini Menhub Lin menegaskan, sistem penjadwalan kerja tidak akan berubah sebelum tahun depan, Kemenhub juga akan menampung suara pekerja, tetapi pihak pekerja cabang Yilan tidak menerima dan beranggapan ditipu TRA, sistem penjadwalan kerja telah diubah, kecuali dikembalikan ke sistem lama, “libur per dua minggu, 2 putaran” jika tidak maka aksi mogok ini tidak akan dihentikan.
Menhub Lin Chia-lung(林佳龍) mengatakan, “Melakukan mogok kerja, saya pikir sebagian rekan kerja izin libur, untuk menyampaikan suara mereka. Kita wajib menghargai, juga semestinya lebih awal mempersiapkan jadwal shift kerja, agar operasi transportasi ini tetap berjalan dengan aman dan lancar, beberapa rekan kerja yang izin libur, asalkan menjadi hak resmi mereka, maka kami akan menjamin, melanjutkan negosiasi dan mengharapkan mereka tetap bertanggung jawab menjaga moda transportasi yang aman dan lancar, karena TRA adalah milik bersama.”
Menhub Lin juga kembali menegaskan kepada rekan kerja TRA, tidak membedakan masa kerja, bersama–sama mengupayakan agar moda transportasi ini tetap aman dan lancar, permintaan dari rekan kerja TRA akan menjadi bagian negosiasi.