(Taiwan, ROC) -- Media melaporkan, Taiwan akan mengalihkan pembelian 2 juta dosis vaksin AZ pada Paraguay yaitu salah satu negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, selain itu juga telah mengatur pengirimannya, diperkirakan setelah 15 – 20 hari akan mengirimnya ke Paraguay. Kementerian Luar Negeri (MOFA) membantah berita ini. Komite Kesehatan Lingkungan di bawah Yuan Legislatif hari Rabu (17/3) mengundang Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) untuk memberikan laporan terkait vaksin COVID-19, disamping itu juga secara khusus mengundang MOFA untuk memberikan penjelasan terkait pengalihan vaksin ini.
Kepala Divisi Benua Amerika Latin dan Karibia, Alexander Tah-ray Yui menyampaikan, informasi terkait laporan penyebaran domestik di Paraguay yang mungkin menimbulkan berita bantuan vaksin Taiwan untuk Paraguay, tetapi ini adalah berita yang tidak benar, Paraguay sendiri yang melakukan transaksi pembelian dengan pabrik vaksin, Taiwan hanya membantu menyambungkan saja.
Alexander Tah-ray Yui mengatakan, “Karena memang benar Paraguay mengalami krisis vaksin, dan mungkin Paraguay merupakan negara di benua Amerika Selatan yang mendapatkan vaksin paling sedikit, untuk itu mereka meminta bantuan negara sahabat, temasuk meminta bantuan pada kita, Amerika Serikat, Korea, Jepang dan lainnya semua memberikan bantuan berharap bisa mendapatkan vaksin. Pada dasarkan kita adalah negara yang memiliki hubungan diplomatik penting dengan Paraguay, kami juga melalui saluran yang berbeda membantu menyambungkan mereka agar dapat membeli vaksin langsung dengan produsen bersangkutan, yang pasti mereka sendiri yang melakukan transaksi pembelian.”
Juru bicara MOFA, Joanne Ou juga menegaskan, sehubungan dengan COVAX telah menjanjikan akan mengirim pengiriman pertama sebanyak 300 ribu dosis vaksin tetapi belum memastikan waktu pengirimannya, pemerintah Paraguay berupaya keras untuk membeli vaksin dari negara penghasil vaksin, dan Daratan Tiongkok menjadi salah satu negara yang dipertimbangannya. Pemerintah Paraguay memahami bahwa pembelian terkait dapat menimbulkan spekulasi di luar, untuk itu Paraguay memberikan penjelasan melalui saluran diplomatik.
Sedangkan Menteri MOHW, Chen Shih-chung ketika diwawancarai mengungkapkan, sekarang ini Taiwan tidak memiliki modal untuk melakukan pengalihan vaksin, informasi ini sama sekali tidak ada. Chen Shih-chung ketika menjawab interpelasi dari Legislator DPP juga mengemukakan, jika ada bantuan diplomatik mungkin harus menunggu hingga akhir tahun ini.