(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dan Jepang mengadakan pertemuan mengkonfirmasi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan menunjukkan tantangan dan ancaman yang ditimbulkan oleh Daratan Tiongkok. Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng dalam wawancara dengan Komite Pertahanan Nasional Yuan Legislatif hari Rabu (17/3) mengemukakan jika isi pembicaraan masalah Selat Taiwan memiliki konsensus dan mengakui bahwa Taiwan mendapat tekanan, dengan demikitan tentu dapat membantu kelanjutan dari kerja sama.
Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng mengatakan, "Kami menghadapi negara lawan yang sangat besar, memberikan tekanan pada kami, mereka mengetahui hal ini. Kami ingin bekerja sama untuk hal ini, Terlepas dari apakah ada landasan pada biasanya, atau beberapa topik lain yang dibahas, ini semua adalah hal positif, dan kami semua senang melihatnya dan optimis tentang itu.”
Mengenai mekanisme pertahanan rudal Taiwan-Amerika Serikat yang dibahas dalam upaya menanggapi ancaman rudal dari Daratan Tiongkok, Menham Chiu Kuo-cheng mengemukakan, "Kami memiliki banyak saluran komunikasi dengan pasukan sahabat kami, dan kami memiliki topik yang berbeda." Beberapa topik dapat didiskusikan, tetapi upaya untuk meningkatkan kemampuan pertahanan masih diperlukan. Pada banyak tempat, membutuhkan banyak pemikiran, dan kedua belah pihak membahasnya bersama sebelum ada jawaban yang lebih spesifik."
Selain itu, zona merah kapal selam buatan nasional telah disetujui oleh Amerika Serikat. Chiu Kuo-cheng mengatakan, “Prosedurnya telah terselesaikan, dan Amerika Serikat telah merespons dengan baik.” Sedangkan untuk jadwal peluncuran kapal selam itu akan dilakukan sesuai dengan rencana.