(Taiwan, ROC) -- Sehubungan dengan terjadinya kasus thrombosis (proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah, atau bahkan menghentikan aliran tersebut) pada beberapa orang setelah vaksinasi AZ sehingga banyak negara di Eropa menghentikan penyuntikan vaksin AZ. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Chen Shih-chung hari Selasa (16/3) menyampaikan, dari survei yang dilakukan, ada sekitar 60 ribu dokter dan suster yang bersedia untuk vaksinasi pada gelombang pertama, menanti hingga pengetesan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan serta sistem data informasi dalam dan luar negeri secara menyeluruh terselesaikan, dan setelah Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) memberikan laporan menyeluruh pada publik.
Jerman, Perancis, Italia, Belanda dan beberapa negara besar di Benua Eropa untuk sementara menghentikan penyuntikan vaksin AZ karena terjadi beberapa kasus thrombosis, Kementerian Kesehatan negara-negara Uni Eropa juga akan melakukan pertemuan secara online untuk membicarakan hal ini.
Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) yang juga adalah Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Chen Shih-chung dalam rapat interpelasi hari ini (16/3) ketika ditanyai mengenai berapa banyak tenaga medis yang bersedia untuk penyuntikan vaksin AZ, menyampaikan, pada gelombang pertama ada sekitar 60 ribu tenaga medis yang bersedia untuk vaksinasi. Chen Shih-chung mengatakan, “Dari Survei kami mendapati ada sekitar 60 ribu orang yang bersedia disuntik pada gelombang pertama, sekitar 43% dari mereka berada di garda pertama, 28% pada barisan kedua, secara keseluruhan ada sekitar 32%, mendekati 33%.”
Chen Shih-chung menegaskan, sekarang ini masih beranggapan vaksin AZ aman, apakah untuk sementara ditangguhkan penyuntikannya atau akan melaksanakan prosedur selanjutnya, semua ini menanti setelah pemeriksaan dari BPOM selesai pada tanggal 17 mendatang, dalam 2 hari ini akan mengelar rapat membahas sistem data informasi dalam dan luar negeri, dan akan memberikan laporan pada publik apabila ada perkembangan baru.
CECC juga telah memilah 3 kategori komunitas yang tidak cocok untuk disuntik vaksin AZ, yaitu mereka yang alergi terhadap kandungan dalam vaksin ini, mereka yang timbul alergi yang cukup parah setelah penyuntikan dosis vaksin AZ pertama dan mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Selain itu untuk penderita akut parah yang disertai dengan demam atau penderita infeksi akut untuk sementara juga tidak dianjurkan menyuntik vaksin AZ ini.