History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menteri MOFA Meminta Pengusaha Taiwan Mengibarkan Bendera Nasional di Tengah Maraknya Gerakan Anti-RRT di Myanmar

  • 16 March, 2021
  • 尤繼富
Menteri MOFA Meminta Pengusaha Taiwan Mengibarkan Bendera Nasional di Tengah Maraknya Gerakan Anti-RRT di Myanmar
Menteri MOFA Meminta Pengusaha Taiwan Mengibarkan Bendera Nasional di Tengah Maraknya Gerakan Anti-RRT di Myanmar

(Taiwan, ROC) --- Aksi demonstrasi yang terjadi di salah satu Kawasan di Ibukota Yangon, tepatnya Distrik Hlaingthaya berujung keributan. Banyak pabrik setempat pun tidak luput dari amukan massa dan dibakar, salah satunya adalah pabrik yang dimiliki oleh pengusaha Taiwan.

Saat ditemui, Menteri Luar Negeri Joseph Wu secara khusus meminta kepada seluruh pengusaha Taiwan untuk mengambil langkah antisipasi perlindungan diri. Ia juga mendorong pemilik pabrik Taiwan di Myanmar untuk menaikkan bendera, guna membuat warga setempat paham akan perbedaan RRT dengan Taiwan.

Puluhan orang ditindas bahkan dibunuh oleh pihak militer dan kepolisian. Di samping itu, puluhan pabrik pun tidak luput dari insiden kebakaran, dan salah satunya menimpa pabrik yang dibuka oleh pengusaha Taiwan. Otoritas militer Myanmar pun memberlakukan darurat militer untuk kawasan Hlaingthaya.

Pemberitaan di atas pun mendapat perhatian dari politikus Taiwan. Saat ditemui di Yuan Legislatif, Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) menyampaikan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan pengusaha Taiwan yang berada di luar negeri. Hingga berita ini diluncurkan, kondisi keamanan pengusaha Taiwan di Myanmar masih terkontrol dengan baik.

MOFA juga mengimbau kepada pengusaha Taiwan di Myanmar, untuk senantiasa waspada dan memastikan keamanan pribadi. MOFA juga mendorong mereka untuk bisa menerapkan beberapa langkah, sehingga warga setempat paham akan perbedaan antara Taiwan dengan RRT. 

“Mengibarkan bendera nasional adalah cara terbaik”, demikian tandas Menteri Joseph Wu.

Media Prancis, La Lettre A mewartakan, Duta Besar RRT untuk Prancis, Lu Sha-ye (盧沙野) menuliskan surat resmi kepada Alain Richard, yang merupakan Ketua dari Grup Persahabatan Taiwan. Lu Sha-ye meminta agar grup tersebut membatalkan kunjungan para anggotanya ke Taiwan.

Menteri Joseph Wu menyampaikan, tindakan yang diambil oleh Dubes Lu Sha-ye sangat tidak sesuai dengan konsep kehidupan peradaban modern saat ini. Ia pun mengutuk keras langkah yang diambil oleh Dubes Lu Sha-ye.

Menteri MOFA tersebut menambahkan, setiap sahabat Taiwan tentu dipersilakan untuk bertandang ke Taiwan setiap saat. Setelah era epidemi berakhir, kunjungan persahabatan bertaraf internasional diperkirakan akan meningkat. Sebagai salah satu lembaga pemerintahan, MOFA tentu membuka tangan lebar-lebar menyambut kedatangan mereka.

Selain itu, Duta Besar Palau untuk Taiwan, Dilmei L. Olkeriil baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa Presiden Palau - Surangel Whipps Jr. akan mengunjungi Taiwan dalam waktu dekat. Joseph Wu menyampaikan, Surangel Whipps Jr. telah sedari dulu ingin berkunjung ke Taiwan dan MOFA akan menyambut serta membuat pengaturan khusus. Jadwal kunjungan Presiden Surangel Whipps Jr. akan diumumkan ke publik, setelah mendapat konfirmasi pasti.

Joseph Wu menambahkan, kedua belah pihak akan berkoordinasi, guna membahas itinerary gelembung wisata yang akan diterapkan selama kunjungan Presiden Surangel Whipps Jr. ke Taiwan.

Komentar

Terbarumore