(Taiwan, ROC) - Anggota serikat kerja Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA) yang menangani layanan stasiun di timur laut Taiwan, berencana untuk mengadakan mogok kerja selama liburan Festival Penyapuan Makam (Cheng Beng) 2-5 April, kembali menimbulkan ketidakpastian kelancaran arus mudik dalam lalu lintas kereta pada masa liburan panjang.
Menurut pengorganisasi dari serikat kerja, aksi mogok kerja tersebut direncanakan untuk memprotes rencana TRA yang diajukan Agustus lalu untuk merevisi sistem jam kerja pegawainya. Berdasarkan sistem baru, pegawai akan dibagi menjadi empat tim, lebih banyak satu tim dibandingkan saat ini, untuk giliran bekerja di tiga waktu kerja per hari.
Ini pada dasarnya akan memastikan bahwa para pegawai memiliki dua hari libur per minggu dan tidak bekerja lembur, tetapi juga berarti mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan gaji lembur, yang banyak dari mereka andalkan untuk menambah penghasilan reguler.
"Karena perusahaan tidak mengizinkan kerja lembur, maka kami juga tidak seharusnya bekerja lembur pada masa liburan," kata pengorganisasi.
Atas isu ini, saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada hari Senin, 15 Maret, Menteri Transportasi dan Komunikasi Lin Chia-lung (林佳龍) menegaskan, MOTC telah mengetahui suara hati para pegawai TRA, tapi sistem baru tersebut diperkirakan tidak akan direvisi sebelum akhir tahun.
Menteri Lin mengatakan, "Sistem giliran jam kerja ini, ada peraturannya dalam perjanjian dengan serikat kerja, maka tidak akan berubah sebelum tahun depan, maka tidak usah khawatir. Kami juga telah mendengar suara hati para pegawai, dan akan menggunakannya sebagai referensi saat menetapkan sistem jam kerja di masa depan."
Menurut Lin, TRA telah menambah perekrutan sekitar 3.000 pegawai dalam beberapa tahun terakhir untuk menjamin waktu istirahat pegawai, sehingga tidak menimbulkan kesilapan dalam tugas dan memastikan keamanan transportasi umum. Tapi dengan bertambahnya pegawai, bagaimana menetapkan suatu sistem pengendalian yang efektif dan diterima semua pihak, masih membutuhkan komunikasi dan upaya lebih keras.