(Taiwan, ROC) – Munculnya kasus warga yang mengalami gumpalan darah setelah habis divaksinasi, dilaporkan setidaknya ada 10 negara di Eropa telah menghentikan sementara vaksin AstraZeneca (AZ). Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, Chen Shih-chung (陳時中) pada hari ini (12/3) mengemukakan, Uni Eropa secara resmi telah mengklarifikasi jika tidak ada bukti yang relevan, serta meminta semua orang untuk dapat melanjutkan program vaksinasi. Chen Shih-chung (陳時中) menegaskan, kami akan melakukan survei kesediaan masyarakat untuk divaksinasi gelombang pertama, jika perlu dan bersedia baru dapat divaksinasi.
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, Chen Shih-chung (陳時中) pada saat sebelum menuju ke Yuan Legislatif sempat ditanya oleh media mengenai munculnya kasus pasien yang mengalami gumpalan darah setelah divaksinasi dengan menggunakan vaksin AZ, apakah hal tersebut dapat berdampak pada proses vaksinasi di Taiwan? Chen Shih-chung (陳時中) menegaskan, Uni Eropa secara resmi menyatakan bahwa tidak ada bukti langsung tentang hal ini, dan mengimbau agar semua orang dapat melanjutkan vaksinasi.
Chen Shih-chung (陳時中) menegaskan, jumlah vaksin Taiwan saat ini tidaklah banyak, untuk vaksinasi tahap pertama, masih akan tetap diprioritaskan kepada tenaga medis dan juga para atlet yang akan bertanding di luar negeri, “Vaksin akan diberikan kepada yang berdiri di garda terdepan”. Chen Shih-chung (陳時中) juga menambahkan,ke depannya akan melakukan survei kesediaan untuk divaksin, dan menegaskan kembali bahwa jika perlu, dia bersedia untuk menjadi orang pertama yang divaksinasi.