History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Media Sankei Shimbun Muat Penyampaian Frank Hsieh, Hubungan Taiwan-Jepang Adalah “Siklus Membangun”

  • 12 March, 2021
  • 陳柏萇
Media Sankei Shimbun Muat Penyampaian Frank Hsieh, Hubungan Taiwan-Jepang Adalah “Siklus Membangun”
311震災10週年 日媒報導謝長廷談「善的循環」

(Taiwan, ROC) Gempa Bumi dan tsunami Tohoku 2011 terjadi di Jepang, hari Kamis kemarin (11/3) telah genap 10 tahun, Media kemarin lusa (10/3) memuat artikel yang ditulis oleh Dubes Taiwan untuk Jepang, Frank Hsieh(謝長廷). Frank Hsieh menyampaikan, setelah musibah 11 Maret, Taiwan-Jepang saling menolong jika ada musibah yang terjadi, ini merupakan siklus membangun, bahkan menjadi contoh baik untuk dunia. Frank Hsieh mengatakan, “perasaan yang tulus baru dapat dirasakan saat mengalami kondisi terpuruk” inilah deskripsi hubungan persahabatan Taiwan-Jepang yang terjalin. Sepanjang sejarah hubungan Taiwan-Jepang terbina dengan akrab, terlebih-lebih pada saat mengalami musibah kedua belah pihak saling membantu, ini yang disebut siklus membangun.

Frank Hsieh mengatakan, musibah gempa bumi dan tsunami 11 Maret 2011 yang terjadi di Jepang, warga Taiwan dapat melihat laporan berita ini melalui televisi dan merasakan turut bersimpati, gempa bumi dahsyat yang terjadi di Jepang juga membuat masyarakat Taiwan merasa sedih, pada masa tersebut, dalam benak pikiran warga Taiwan mengenang musibah gempa bumi 21 September 1999 yang terjadi di Taiwan, Jepang mengutus tim penyelamat ke Taiwan untuk memberikan pertolongan. Warga Taiwan beranggapan giliran Taiwan memberikan balas budi kepada Jepang, di berbagai lokasi di dunia menggalang sumbangan. Frank Hsieh mengatakan, pada waktu itu dirinya selaku anggota DPP dan pelaksana organisasi Rotary turut menggerakan kegiatan penggalangan dana, mendoakan agar Jepang tetap bersemangat dan bangkit kembali.

Frank Hsieh mengatakan, warga Taiwan-Jepang bagaikan bersaudara, jika bermasalah hanya berperasaan kuatir tidak ada gunanya tetapi sebaiknya diekspresikan dengan memberikan uluran pertolongan. Jika dibandingkan dengan situasi dunia sekarang, hubungan dengan negara tetangga sering terjadi persengketaan, namun berbeda antara Taiwan-Jepang, kedua belah pihak ini terus membangun hubungan persahabatan, semestinya ini dapat menjadi percontohan perdamaian bagi dunia sebagai harta kekayaan yang penting, mengharapkan “siklus membangun” agar hubungan Taiwan-Jepang terus berkelanjutan.

Media Sankei Shimbun memberitakan, salah seorang pejabat Jepang mengutarakan, musibah gempa bumi yang dialami Jepang 11 Maret 2021 mengubah sikap Jepang terhadap Taiwan, ini merupakan perubahan besar. Selama 10 tahun berjalan, sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia, jumlah pelancong Taiwan yang berkunjung ke Jepang setiap tahun bertambah, dari 1,27 juta per orang perkali naik menjadi 4,89 juta per orang per kali pada tahun 2019. Jumlah wisatawan Jepang yang berkunjung ke Taiwan pada tahun mencapai 2,16 juta per orang per kali.

Media Sankei Shimbun melaporkan, pada tahun 2016 setelah Presiden Tsai Ing-wen menjabat, Taiwan-Jepang saling membantu jika ada musibah, Presiden Tsai dan Mantan PM Jepang Shinzo Abe saling memberikan perhatian dan simpati melalui twitter. Setelah tahun 2018, minuman teh susu boba Taiwan popular di Jepang. Pada akhir Februari tahun ini, Daratan Tiongkok mendadak mengumumkan penghentian impor nanas dari Taiwan per tanggal 1 Maret 2021, pihak Jepang juga memberikan bantuan, hasil laporan yang terdata per 4 Maret jumlah penjualan nanas Taiwan ke Jepang mencapai 6.200 ton, naik 3 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Komentar

Terbarumore