(Taiwan, ROC) Kondisi keuangan Asuransi Tenaga Kerja Nasional mengalami krisis, berdasarkan hasil analisa dilaporkan, jika tidak melakukan reformasi maka dana tahun 2026 akan terpakai, Menteri Ketenagakerjaan (MOL) Hsu Ming-chun(許銘春) pada hari Kamis ini (11/3) saat sidang interpelasi Yuan Legislatif menyampaikan, jika astek nasional tidak melakukan reformasi tahunan, pemerintah selalu memperhatikan hal ini, sementara ini masih terus mengumpulkan pandangan dari berbagai kalangan, juga akan mediskusikan dengan serikat buruh dan organisasi, dikarenakan astek menyangkut hak kepentingan dari puluh jutaan pekerja, maka wajib ditanggapi secara serius. Agar Astek nasional tidak bangkrut, pemerintah tahun lalu menyuntik dana sebesar 20 milyar NTD, tahun ini kembali mengalokasikan dana 22 milyar NTD, Menteri MOL Hsu mengatakan, tahun ini sedang diupayakan agar alokasi dana lebih tinggi dari 22 milyar NTD.
Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-Hsun mengatakan, “Saya akan upayakan, berharap akan lebih besar dari 22 milyar dolar”
Hsu menekankan, Astek merupakan jaminan sosial dari pemerintah, pemerintah pasti akan bertanggung jawab untuk pasca pembayaran, aspek perbaikan keuangan, Yuan Eksekutif juga memberikan suntikan dana untuk astek nasional, sementara belum ada jadwal perencanaan untuk reformasi tahunan, tetapi dipastikan akan melakukan peninjauan dan usulan meminta agar semua pekerja dapat lebih tenang.
Selain itu, pemerintah Indonesia yang menunda kebijakan pembebasan biaya penempatan bagi PMI hingga tanggal 15 Juli, Menteri Tenaga Kerja Hsu membeberkan, diprediksikan akhir bulan Maret akan membuka sidang pembahasan secara virtual dengan Indonesia. Terkait mengenai negara baru pengirim PMA , tahun ini direncanakan akan melakukan rapat pembahasan tingkat direktur dari kedua belah pihak, serta membentuk tim kerja untuk memperlancar pembahasan isu ini.