(Taiwan, ROC) – Kemungkinan Taiwan dan Palau akan melaksanakan “gelembung wisata” (buble travel), sekarang ini kedua belah pihak melakukan pembahasan secara insentif. Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung, ketika bersama Dewan Pelestarian Lingkungan melakukan inspeksi hari ini tanggal 10 Maret, dalam wawancara terkait hal ini menyampaikan, pihak Palau sebenarnya meminta agar mereka yang masuk melakukan skrinning antigen cepat, tetapi pihak Taiwan menolak karena skrinning ini lebih mudah memperlihatkan hasil positif palsu sehingga dapat mengacaukan jadwal perjalanan, sedangkan setelah kembali warga Taiwan harus melakukan 5 hari karantina mandiri ketat.
Chen Shih-chung mengatakan, “Pada dasarnya pihak Palau sebenarnya pernah mengatakan ingin melakukan skrinning antigen, untuk itu pihak kami menolak karena banyak test antigen cepat kerap memperlihatkan hasil positif palsu, jika hasil positif warga Taiwan yang tiba di sana maka jadwal perjalanan menjadi berantakan, yang kami inginkan masih tetap menggunakan test PCR. Kami berharap setelah kembali pulang dapat mereka dapat menjalankan swakontrol kesehatan mandiri dan melakukan test setelah 5 hari, untuk hal ini tidaklah masalah, setelah kembali pulang melakukan swakontrol kesehatan mandiri.”
Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya telah menetapkan keinginan dan kebutuhan mendasar pada pihak Palau, setelah mendapatkan kesepakatan dari dua belah pihak maka akan dibuka.
Menteri Transportasi, Lin Chia-lung hari Rabu (10/3) dalam laporan kerja di Komite Transportasi Yuan Legislatif, saat wawancara media menyampaikan, terkait program “gelembung wisata” bilateral kementerian pariwisata telah melakukan persiapan dan membicarakan Biro Penerbangan Sipil, Biro Pariwisata, dan pebisnis pariwisata dan lainnya.
Menteri Transportasi, Lin Chia-lung mengatakan, "Termasuk Biro Penerbangan Sipil, Biro Pariwisata dan semua terkait bidang penerbangan serta pebisnis pariwisata, kami telah terlebih dulu melakukan persiapan segala sesuatu yang terkait dengan program ini, untuk itu begitu Pusat Komando Epidemi Sentral memutuskan untuk dapat membukanya. Antara Kementerian Luar Negeri kedua belah pihak telah membicarakannya, instansi-instansi dan pebisnis terkait dengan Kementerian Tranportasi juga dapat bekerja sama menyesuaikan, yang pasti semua persiapan sudah dilakukan dengan baik.”
Lin Chia-lung menyampaikan, perusahaan penerbangan bersama biro perjalanan juga akan mengikuti dan bekerja sama dengan CECC, sementara Palau juga telah melakukan komunikasi secara intensif dengan Taiwan terkait medis dan penerbangan, segala terkait persiapan dan inspeksi transportasi juga telah dilakukan, semuanya bersedia untuk mengikutinya.