(Taiwan, ROC) - Krisis kemarau di Taiwan belum berlalu. Ketinggian air di banyak waduk di Taiwan tetap rendah meskipun cuaca beberapa hari terakhir membawa hujan. Pasalnya, curah hujan sebagian besar berpusat di bagian utara, sedangkan waduk-waduk utama di Taiwan tengah dan selatan, di mana kekurangan air paling parah, masih dalam kapasitas rendah.
Menurut data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (WRA) hingga hari Minggu pukul 10:00 pagi, kapasitas Waduk Baoshan Kedua yang menyediakan air untuk Taman Sains Hsinchu hanya 12%; Waduk Liyutan, yang memasok air untuk Kota Taichung dan Kabupaten Miaoli di Taiwan tengah, serta Waduk Zengwen di selatan yang merupakan waduk terbesar di Taiwan, sama-sama hanya memiliki kapasitas 15%; sementara dua waduk utama di utara - Waduk Feitsui di New Taipei dan Waduk Shihmen di Taoyuan - masing-masing memiliki kapasitas 88% dan 49%.
Untuk mengatasi kekeringan, tekanan air di Kabupaten Hsinchu, Kabupaten Miaoli dan Kota Taichung telah diturunkan, dan WRA telah menyiapkan jaringan pipa yang mengangkut air dari Taoyuan ke Hsinchu.
Melalui kicauan di Twitter pada hari Minggu, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) mengingatkan warga akan kondisi kemarau yang sedang melanda dan meminta warga untuk sama-sama menghemat penggunaan air.
Sejumlah upacara keagamaan memohon hujan juga berlangsung di sejumlah tempat. Salah satu yang terbesar digelar di Kuil Chenlan di Dajia, Taichung, yang menurut pihak kuil, merupakan ritual hujan pertama yang digelar dalam 58 tahun terakhir.