History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

“Taiwan Terbebas dari Virus!” Pencegahan Epidemi Berhasil Muncul di TV Swedia

  • 27 February, 2021
  • 譚雲福
“Taiwan Terbebas dari Virus!” Pencegahan Epidemi Berhasil Muncul di TV Swedia
“Taiwan Terbebas dari Virus!” Pencegahan Epidemi Berhasil Muncul di TV Swedia

(Taiwan, ROC) – Program TV Swedia “Kantor Luar Negeri” yang dikhususkan membahas urusan internasional pada tanggal 23, dengan judul “Taiwan Terbebas Dari Virus” memperkenalkan efektivitas pencegahan epidemi Taiwan, menganalisis mengapa Taiwan bisa hidup normal di bawah wabah yang sedang mengamuk, ketika ekonomi global sedang mengalami kemunduran.

Program ini membuka acara dengan pertanyaan sederhana: Taiwan, negara yang hanya berjarak 120 kilometer dari Tiongkok merupakan awal mula munculnya virus. Namun bagaimana bisa sejauh ini hanya ada 9 kasus kematian, tetap bisa menjalani kehidupan normal, dan bahkan masih ada pertumbuhan ekonomi? Setelah itu acara menyiarkan cuplikan DJ Alesso dari Swedia yang menggelar konser di Taipei pada November tahun lalu. Konser penuh dengan penonton tanpa dipengaruhi virus Corona. Ini adalah gambaran yang belum pernah terlihat di Swedia selama setahun terakhir.

Taiwan, yang memiliki dua kali lipat lebih banyak dari populasi penduduk Swedia, memiliki kurang dari 1,000 kasus terinfeksi dan 9 kasus kematian. Sementara Swedia memiliki 63.000 kasus yang sudah dikonfirmasi dan 13.000 kasus kematian. Dalam program ini telah diundang 2 pakar China-Swedia serta seorang Taiwan-Swedia, dan juga mewawancarai Audrey Tang, anggota Dewan Eksekutif Yuan; Zheng Ya-wen, perawat Taiwan; dan Ji Jun-hui, professor Oregon State University.

Hanna Sahlberg, seorang komentator Tiongkok di Radio Swedia mengatakan, keberhasilan Taiwan dalam pencegahan epidemi dikarenakan penanganan melampaui kementerian yang memudahkan penerapan lockdown negara. Ia memuji bahwa penerapan ini telah memberikan kepercayaan besar dari masyarakat terhadap pemerintah, dan memberikan waktu bagi Taiwan untuk bereaksi ketika epidemi sedang mengamuk.

Selain itu, trauma SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan tersingkirkan dari dunia internasional juga menjadi alasan keberhasilan Taiwan dalam pencegahan epidemi. Ji Jun-hui berasumsi, meskipun terabaikan telah membawa banyak dampak negative bagi Taiwan, karena Taiwan tidak termasuk dalam keanggotaan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), namun dapat melakukan pencegahan epidemi mandiri dengan komunitas internasional dan tidak dibataskan oleh informasi keliru dari WHO.

Pada episode pencegahan epidemi Taiwan juga muncul dalam program ini, seperti Luo Yi-jun, wakil direktur Badan Pengendalian Penyakit di bawah Kementrian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), mendapati bahwa COVID-19 yang ditemukan di Wuhan, Daratan Tiongkok menyebar di Taiwan hingga melewati masa pencegahan epidemi; juga muncul anak laki-laki bersama tim pencegahan epidemi yang menggunakan masker pink; CEO Shiba pencegahan epidemi, dll.

Selain hasil dari pencegahan epidemi, ada juga pengenalan singkat koneksi Taiwan dan Tiongkok, serta perkembangan ekonomi dan pembangunan demokratis Taiwan juga disajikan kepada pendengar Swedia dalam program ini. Acara akan diakhiri dengan film pendek Tahun Baru Imlek yang diproduksi oleh Kementrian Luar Negeri, dan nama lengkap Inggris dan Mandarin Kementrian Luar Negeri Taiwan beserta tanda tulisan “Luar(外)” yang akan muncul di bagian akhir.

Komentar

Terbarumore