(Taiwan, ROC) -- Anggota Penasihat Yuan Eksekutif, Audrey Tang (唐鳳) mengemukakan, guna melawan tren wabah Covid-19 dan berita hoaks, Taiwan“Tidak perlu melakukan lockdown, juga dapat mengendalikan epidemi. Tidak perlu menghapus, juga dapat mengalahkan berita hoaks". Untuk melawan dan menyelesaikan masalah berita palsu atau hoaks, kita memerlukan transparansi, keterbukaan, serta kebijaksanaan sipil.
Pada tanggal 25 Februari yang lalu, Audrey Tang (唐鳳) menghadiri "Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Demokrasi Denver" yang diselenggarakan oleh Sekolah Studi Internasional Josef Korbel, Universitas Denver di Amerika Serikat (AS) via video call, untuk berbicara mengenai pengalaman sukses Taiwan dalam memerangi berita palsu (hoaks) selama pemilihan umum (pemilu) dan wabah Covid-19 yang sedang berlangsung pada tahun lalu (2020).
Audrey Tang (唐鳳) pada saat diwawancara oleh Direktur Aliansi Demokrasi (Alliance of Democracies/AoD), Jonas Parello-Plesner mengemukakan, pada saat menghadapi wabah Covid-19 dan tren berita hoaks tahun lalu, cara penangganan Taiwan dapat diringkas dalam dua kalimat, yaitu, “Epidemi dapat dikendalikan tanpa melakukan lockdown, dan berita hoaks dapat dikalahkan tanpa menghapus atau menyingkirkannya”, metode sebenarnya adalah menggunakan humor untuk melawan informasi palsu (humor over rumor).
Dia menuturkan, menggunakan cara yang lembut untuk memerangi berbagai teori konspirasi, menyampaikan informasi yang benar melalui gambar dan teks yang menarik, kemudian melalui penyebaran informasi yang dilakukan secara aktif oleh para netizen, maka dapat mencapai efek klarifikasi yang sangat baik.
Audrey Tang (唐鳳) menyampaikan, tantangan terbesar adalah bagaimana caranya mengetahui dan menanggani informasi/berita hoaks sedini mungkin, sebelum informasi palsu tersebut tersebar secara besar-besaran. Metode yang diterapkan oleh Taiwan adalah menggunakan kolaborasi tripartit, antara publik, pemerintah dan swasta. Apabila netizen menemukan berita palsu, maka mereka dapat melaporkan berita hoaks tersebut ke Pusat Pemeriksaan Fakta Taiwan (Taiwan FactCheck Center / TFC) atau ke media berita, kemudian pihak yang berwenang akan merilis pesan/berita klarifikasi setelah memverifikasi berita hoaks tersebut.
Audrey Tang (唐鳳) membeberkan, apa yang membuat Taiwan istimewa adalah karena Taiwan merupakan negara demokrasi yang sedang berkembang.
Bagi masyarakat Taiwan, demokrasi sama dengan teknologi. Sejak dimulainya demokratisasi, pemikiran pengambilan keputusan publik adalah demokrasi partisipatif dan penganggaran partisipatif. Partisipasi spontan masyarakat dalam memerangi informasi palsu, juga didasarkan atas landasan “setiap orang dapat berkontribusi pada demokrasi”.
Audrey Tang (唐鳳) menyampaikan, sama hal nya seperti memerangi epidemi, setiap lapisan masyarakat diharuskan untuk memakai masker, dan sering mencuci tangan. Untuk melawan berita palsu, secara mutlak membutuhkan tranparansi, keterbukaan, dan kebijaksanaan sipil, baru dapat benar-benar menyelesaikan masalah.