(Taiwan, ROC) Tahun lalu dikarenakan seorang pilot berkewarganegaraan asing tidak mematuhi protokol kesehatan mengakibatkan awak kabin tertular dan penularan komunitas di Taiwan, maka Pusat Komando Pencegahan Epidemi(CECC) sejak tahun ini bulan Januari menerapkan kebijakan pencegahan epidemi terhadap awak kabin, meminta agar seluruh awak kabin wajib mengenakan pelindung diri secara menyeluruh, setiba di Taiwan wajib dikarantina selama 7 hari, kemudian menjalani skrining apabila negatif baru diizinkan untuk masuk dalam komunitas masyarakat, untuk pekan kedua masih wajib mematuhi pengawasan swa kontrol kesehatan. Tetapi ketentuan ini menyebabkan sebagian jam kerja dari awak kabin dan penjadwalan jam terbang pilot.
Seiring dengan kondisi pandemi COVID-19, CECC pada tanggal 24 Februari mulai melonggarkan beberapa kebijakan, mencakup transit penerbangan di bandara Internasional Taoyuan. Dirjen Otoritas Penerbangan Sipil, Lin Guo-xian pada hari Kamis ini (25/2) menghadiri acara penghargaan, ia menyampaikan untuk awak kabin yang melanggar ketentuan prokes sangat sedikit sekali, perusahaan maskapai juga sangat kooperatif dan bertanggung jawab, ia juga mengharapkan bulan Maret ketentuan dari pihak CECC bisa lebih dilonggarkan.
Lin Guo-xian mengatakan, “Semestinya dalam waktu cepat, saya beranggapan dalam hal ini tidak ada hal besar yang diragukan, jika awak kapal dan pihak perusahaan mampu memastikan pelaksanaannya, semestinya CECC segera melakukan peninjauan. Lalu pihak kami berharap bulan Maret bisa segera melonggarkan kebijakan dalam batas-batas normal agar maskapai penerbangan dapat beroperasi.”
Berkaitan dengan pengawasan terhadap prokes awak kabin dan maskapai penerbangan dilihat dari kondisi masa 1 bulan yang lalu, baru diputuskan kapan akan memberlakukan pelonggaran ini, sehubungan dengan hal ini Otoritas Penerbangan Sipil juga akan memberikan laporan kepada CECC.