(Taiwan, ROC) -- Senator Amerika Serikat (AS), Rick Scott dan Guy Reschenthaler kembali mengajukan “Undang-Undang Pencegahan Invasi Taiwan / Taiwan Invasion Prevention Act” di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 18 Februari kemarin, untuk memastikan Taiwan tidak diserang oleh tindakan agresi Tiongkok. Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut memberikan wewenang kepada Presiden AS, dalam penggunaan kekuatan militer terbatas untuk mempertahankan Taiwan bila diperlukan.
“Undang-Undang Pencegahan Invasi Taiwan” diusulkan secara terpisah di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS tahun lalu. Namun, karena memasuki momen penting dalam pemilihan umum, RUU tersebut tidak masuk dalam agenda pemerintah. Setelah dimulainya Kongres baru, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS memperbarui proposal mereka pada tanggal 18 Februari kemarin.
RUU tersebut akan memperkuat kemampuan Taiwan dalam melawan tindakan agresi dari Daratan Tiongkok, serta memperkuat kebijakan jangka panjang antara Amerika Serikat-Taiwan. Membantu Taiwan dalam melawan tindakan militer Negeri Tirai Bambu yang terjadi di selat Taiwan. Memberi wewenang kepada Presiden AS dalam penggunaan kekuatan militer terbatas untuk tujuan tertentu, juga untuk memastikan serta mempertahankan Taiwan dari serangan militer. Meminta Pemerintah Beijing meninggalkan metode yang menggunakan “kekerasan”, untuk menyatukan kembali Taiwan.
RUU tersebut juga tertulis, dengan berlandaskan gagasan yang serupa dalam mitra keamanan, AS-Taiwan bersama-sama menetapkan serangkaian dialog keamanan dan melakukan latihan militer bersama. Mengembangkan rencana untuk mencegah Negeri Panda melancarkan serangan terhadap Taiwan. Menyarankan Taiwan untuk menggunakan lebih banyak sumber daya domestik dalam membangun pertahanan nasional, termasuk membeli senjata pertahanan asimetris, mereformasi sistem cadangan Taiwan, dan melakukan operasi sistem pertahanan siber dengan Amerika Serikat.
Didalam RUU tersebut juga mendesak Perwakilan Dagang AS untuk merundingkan perjanjian perdagangan bilateral dengan Taiwan. Mendorong Presiden atau Menteri Luar Negeri AS untuk bertemu dengan Presiden Taiwan di wilayah Taiwan, serta mengundang Presiden Taiwan untuk datang memberikan pidato dalam Kongres AS.