(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Kyodo News pada tanggal 16 Fabruari 2021, perwakilan Republik Tiongkok untuk Amerika Serikat – Hsiao Bi-khim menyampaikan, pihaknya perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya situasi darurat, mengingat otoritas Republik Tiongkok (ROC) telah memberlakukan “Undang-Undang Kepolisian Maritim”.
Dirinya menegaskan perlunya memperkuat kerja sama empat negara yang tergabung dalam QUAD (Quadrilateral Security Dialogue), yakni Amerika Serikat, Jepang, Australia dan India, dengan harapan dapat memperkuat stabilitas regional.
Pada tanggal 1 Februari 2021, otoritas RRT memberlakukan “Undang-Undang Kepolisian Maritim”, yang memungkinkan mereka menggunakan senjata dalam menangani kapal-kapal asing.
Kyodo News mewartakan, ketentuan yang diberlakukan oleh Negeri Tirai Bambu tersebut, masih diselimuti pro dan kontra. Di lain pihak, Hsiao Bi-khim menegaskan, semua pihak sudah seharusnya meningkatkan kewaspadaan, mengingat situasi yang kian tidak stabil.
Di samping itu, organisasi QUAD yang beranggotakan 4 negara (Amerika Serikat, Jepang, Australia dan India) dibentuk, guna memperkuat jaminan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Terbentuknya organisasi QUAD dianggap sebagai balasan terhadap RRT, yang selama ini telah bertindak semena-mena di kawasan Indo-Pasifik,
Hsio Bi-khim mengutarakan dirinya menyambut baik dialog yang digelar oleh QUAD, dan berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat stabilitas regional.
Hsio Bi-khim melanjutkan, tekanan yang dilancarkan RRT terhadap Taiwan terus meningkat. Mantan Presiden Donald Trump pernah mengambil tindakan keras dan memperluas dukungan mereka terhadap Taiwan, yang mana hal tersebut juga memperoleh dukungan dari lintas partai AS.
Media Kyodo News juga menyebutkan, Hsiao Bi-khim adalah sahabat karib Presiden Tsai Ing-wen dan merupakan perempuan Taiwan pertama yang menjabat perwakilan Republik Tiongkok untuk Amerika Serikat.