(Taiwan, ROC) -- Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) tanggal 16 Februari menyampaikan, pandemi yang disebabkan oleh virus Corona atau lebih dikenal COVID-19 yang memporakporandakan dunia hingga pekan lalu penambahan kasus secara global berkurang 16% menjadi 2,7 juta kasus.
Dalam laporan mingguan WHO menyampaikan, hingga tanggal 14 Februari kemarin yaitu minggu lalu jumlah penambahan kematian kasus COVID-19 global berkurang menjadi 81 ribu jiwa atau menurun 10% dibandingkan dibandingkan satu pekan sebelumnya.
Dari 6 kawasan ada 5 kawasan yang menunjukkan pengurangan baik dalam penambahan kasus maupun kasus kematian, hanya kawasan timur Mediterania yang masih ada penambahan sebesar 7%.
Sementara kawasan lainnya mengalami pengurangan berturut-turut yaitu kawasan Benua Afrika dan barat Samudra Pasifik pekan kemarin berkurang 20%, Benua Eropa 18%, Benua Amerika 16% dan Asia Tenggara berkurang 16%.
Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tanggal 15 Februari menyampaikan, penambahan kasus pandemi COVID-19 telah memperlihatkan penurunan selama 5 pekan berturut-turut, dari awal tahun (4 Januari) jumlah penambahan kasus 5 juta/minggu telah berkurang hampir 50%.
Sekjen WHO mengemukakan, hal ini menunjukkan keefektivitas tindakan WHO meskipun virus mutasi muncul. Berdasarkan data revisi terbaru, hingga tanggal 15 Februari lalu virus mutasi COVID-19 dalam satu pekan sudah menyebar luas di 94 negara, bertambah 9 negara dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Selain itu setidaknya ada 47 negara yang menemukan adanya penyebaran kluster dalam negeri dari virus mutasi ini.
Yang pertama terjadi dalam negeri virus mutasi adalah Afrika Selatan baru kemudian diikuti dengan 46 negara lainnya. Sedangkan virus mutasi Brazil telah menyebar ke 21 negara dan setidaknya ada 2 negara yang sudah muncul penyebaran dalam negeri.