(Taiwan, ROC) --- Membantu meningkatkan investasi di negara sahabat merupakan langkah penting dalam memperkukuh jalinan persahabatan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan, selama masa pandemi tahun 2020, pihaknya telah menyetujui 5 program subsidi di negara sahabat.
Total subsidi yang dikucurkan mencapai angka US$ 432.305 (setara dengan NT$ 12,8 juta). Sebagian besar subsidi akan dioperasikan untuk sektor industri tekstil, plastik kemasan, ekspor ikan dan akomodasi perhotelan.
Negara-negara sahabat yang menerima bantuan ini meliputi Eswatini, Republik Kepulauan Marshall dan Palau. MOFA menambahkan, subsidi yang dikucurkan pemerintah selama masa pandemi akan membantu pengusaha Taiwan yang berada di negara setempat, guna mengurangi beban bisnis mereka.
MOFA telah menetapkan “Subsidi Bisnis Investasi di Negara-Negara Diplomatik”, dengan harapan dapat meningkatkan peluang investasi di kawasan terkait. Bantuan ini juga diberikan, guna membantu negara sahabat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan nasional. Dengan demikian, dapat mempererat dan memperkukuh jalinan persahabatan kedua negara, terutama di sektor ekonomi.
MOFA melanjutkan, semenjak tahun 1988 telah ada lebih dari 90 proyek yang diinvestasikan Taiwan di negara-negara sahabat. Berdasarkan data yang dihimpun, proyek investasi tersebut mendatangkan keuntungan jangka panjang, dengan kisaran mencapai 10 kali lipat. Di samping itu, investasi yang ditanam pengusaha Taiwan juga berhasil membuka sekitar 50.000 hingga 80.000 peluang kerja.
Dan selama masa pandemi COVID-19 di tahun 2020, MOFA tetap menyetujui 5 program investasi berikutnya. Salah seorang petinggi MOFA, Tsai Yun-chung (蔡允中) mengatakan, “Faktanya, jumlah yang diberikan kali ini tidak terlampau besar. Jika ditotalkan jumlahnya tidak terlalu banyak. Namun, bagi pelaku usaha, bantuan ini merupakan sebuah jaminan dan bantuan yang bermakna.”
Selain membantu para investor, MOFA juga terus menggalang kerja sama dengan negara sahabat, terutama di masa pandemi yang memaksa sebagian wilayah untuk menetapkan prosedur “lockdown”. Perekonomian negara sahabat yang berada di kawasan Samudera Pasifik dan Karibia juga terdampak.
Guna memastikan ketahanan pangan di wilayah terkait, Taiwan akan terus membantu negara sahabat meningkatkan swasembada pangan. Dengan demikian, negara-negara terkait dapat menekan dampak ekonomi seminim mungkin.
Di samping itu, Taiwan juga meningkatkan bantuan penanggulangan pandemi, misal dengan mengembangkan kapasitas sistim tanggap darurat medis kawasan terkait, atau meningkatkan layanan pasokan air bersih dan sanitasi dengan memperbaiki fasilitas kesehatan setempat, guna menekan risiko penularan wabah.