History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kudeta Militer Myanmar, 400 Aktivis Ditahan Pihak Berwenang

  • 16 February, 2021
  • 尤繼富
Kudeta Militer Myanmar, 400 Aktivis Ditahan Pihak Berwenang
Kudeta Militer Myanmar, 400 Aktivis Ditahan Pihak Berwenang

(Taiwan, ROC) --- Militer Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada beberapa aktivis sosial yang meneriakkan aksi demonstrasi menentang kudeta. Di samping itu, para warga juga diingatkan untuk tidak menyembunyikan aktivis politik.

Asosiasi pembela HAM setempat menyampaikan, setidaknya sudah ada 400 orang yang ditangkap oleh militer Myanmar.

Pada tanggal 1 Februari 2021, militer Myanmar melancarkan aksi kudeta dengan maksud menggulingkan pemerintahan dan menangkap pemimpin de facto Aung San Suu Kyi. Setelah kejadian tersebut, Myanmar pun diselimuti berbagai kekacauan.

Warga Myanmar meluncurkan “gerakan menentang kudeta” sebagai bentuk protes terhadap aksi perebutan kekuasaan oleh militer. Gerakan tersebut ternyata mendapatkan respons dari berbagai lapisan masyarakat, baik yang berada di pedesaan hingga kawasan perkotaan.

Dalam aksi protes kali ini, tim medis pun berada di garis terdepan. Pasukan keamanan Myanmar diberitakan telah menangkap tim dokter dan partisipan yang terlibat dalam aksi demonstrasi tersebut.

Media Prancis AFP mewartakan, aparat kepolisian setempat mengejar tujuh aktivis sosial yang terlibat dalam aksi demonstrasi. Beberapa dari mereka adalah aktivis pro-demokrasi setempat yang namanya telah dikenal di panggung internasional, misal Min Ko Naing, aktivis yang memimpin demonstrasi menentang totaliter pada tahun 1988 silam.

Min Ko Naing yang merupakan mahasiswa di kala itu, merupakan sosok utama yang memimpin aksi protes menentang sistim totaliter Myanmar. Dirinya pun sempat mendekam di penjara selama 10 tahun lamanya.

Media pemerintah Myanmar menerbitkan larangan yang berbunyi, “Jika Anda menemukan salah satu DPO di atas atau memiliki informasi yang relevan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat. Jika berusaha menyembunyikan mereka, maka Anda akan ditindak sesuai hukum yang berlaku”.

Meski militer Myanmar telah memblokir media sosial Facebook, tetapi Min Ko Naing berhasil mengunggah sebuah video yang berisikan, “Mereka biasanya akan melancarkan aksi penangkapan pada malam hari. Oleh karena itu, kita harus bertindak ekstra hati-hati.”

Tidak lama berselang, pihak militer Myanmar pun mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Min Ko Naing.

Setelah peristiwa penangkapan terhadap Aung San Suu Kyi dilancarkan pada tanggal 1 Februari 2021 silam, hingga hari ini keberadaannya masih belum diketahui. Menilik analisis Assistance Association for Political Prisoners, diperkirakan ada sekitar 400 orang telah dipenjara, termasuk Aung San Suu Kyi beserta sekutu politiknya.

Ratusan warga turun ke jalan-jalan utama Kota Yangon untuk melancarkan aksi demokrasi. Banyak orang mengangkat tanda-tanda protes, yang menyerukan pihak berwenang untuk tidak menculik orang pada malam hari.

Ribuan orang di kota-kota besar Myanmar juga turun ke jalan, guna memprotes dan melancarkan demonstrasi sebagai bentuk pertentangan terhadap aksi kudeta.

Pada biksu Buddha berkumpul di luar Kedutaan Besar AS di Yangon untuk melantunkan doa, guna memohon berkah dan perlindungan dari mara bahaya.

Komentar

Terbarumore