History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bagaimana Vaksin COVID-19 Dialokasikan?  Ko Wen-je: Menghormati Penilaian Profesional

  • 12 February, 2021
  • 陳柏萇
Bagaimana Vaksin COVID-19 Dialokasikan?  Ko Wen-je: Menghormati Penilaian Profesional
COVID-19疫苗如何施打? 柯文哲:應尊重專業判斷

 (Taiwan, ROC) -- Taiwan saat ini telah memperoleh vaksin COVID-19 dari Moderna dan AstraZeneca. Perihal cara memilih serta bagaimana mengatur vaksinasi, Walikota Taipei, Ko Wen-je(柯文哲) saat diwawancara pada hari Kamis (11/2/2021) mengatakan, mengenai hal tersebut harus diserahkan kepada profesional untuk dinilai. Ia juga menuturkan, minimal harus ada 70% atau sekitar 15 juta masyarakat Taiwan yang telah divaksinasi, baru dapat mencapai efek kekebalan kelompok, dan dari segi teknis masih perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

Kepala Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan, Chen Shih-chung(陳時中), beberapa hari yang lalu mengumumkan telah membeli 5,05 juta dosis vaksin COVID-19 dari Moderna Amerika Serikat, dan diharapkan dapat tersedia pada kuartal kedua tahun ini (2021). Selain itu, Taiwan juga dikonfirmasi bakal menerima sekitar 200 ribu dosis vaksin AZ melalui COVAX.

Ketika ditanya bagaimana caranya masyarakat dapat memilih vaksin, Walikota Taipei, Ko Wen-je(柯文哲) mengemukakan, setiap orang memiliki gagasan atau pandangannya masing-masing, tetapi dari sudut pandang negara adalah untuk memaksimalkan fungsi dari vaksin tersebut. Ko Wen-je merasa hal tersebut harus menghormati penilaian dari para profesional. Ko-Wen-je(柯文哲) mengatakan, “Karena jenis vaksin mana yang dapat masuk, terus terang semua ini tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh Taiwan. Sering ada kata-kata yang berbunyi, jika ada beras maka dapat makan nasi, jika tidak ada beras maka dapat makan sup ubi jalar. Oleh karena itu, kenapa saya bisa mengatakan hal semacam ini karena pada akhirnya kita tetap harus menghormati penilaian dari para pihak atau otoritas yang bersangkutan. Karena dari sudut pandang negara adalah masih perlu memaksimalkan fungsi dari vaksin tersebut.”

Komentar

Terbarumore