History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Penduduk Taipei Mengalir Keluar Populasi di Bawah 2,6 Juta

  • 11 February, 2021
  • 鄭蕙玲
Penduduk Taipei Mengalir Keluar  Populasi di Bawah 2,6 Juta
Penduduk Taipei Mengalir Keluar Populasi di Bawah 2,6 Juta

(Taiwan, ROC) -- Statistik Biro Urusan Sipil Kota Taipei memperlihatkan jumlah populasi warga Kota Taipei untuk Januari 2021 adalah 2.597.635 jiwa menembus angka 2, 6 juta jiwa. Biro Urusan Sipil mengemukakan, ini karena biaya hidup yang tinggi di Kota Taipei, dan secara bertahap terbentuk lingkungan hidup bersama dari Kota Taipei, New Taipei, Keelung dan Taoyuan, ditambah dengan pengaruh epidemi yang terus bertambah.

Populasi Kota Taipei untuk Januari 2021 ini hanya 2.597.635 mengores jumlah terendah selama 23 tahun terakhir yaitu pada tahun 1997 jumlah populasi Kota Taipei sebanyak 2.598.493. Sementara jumlah populasi Taipei untuk tahun kemarin masih di atas 2,6 juta yaitu 2.602.418 jiwa

Ketua Divisi Kebijakan Populasi, Biro Urusan Sipil Taipei, Wu Zhong-xin beberapa hari lalu menyampaikan, meskipun dilihat dari mereka yang terdaftar tinggal di Kota Taipei berkurang, tetapi jika ditinjau dari arus penumpang MRT dan perputaran manusia saat pergi dan pulang kerja tidak berkurang, memperlihatkan mereka yang hidup dan kerja di Kota Taipei tidak mengalami perubahan besar, hal ini menunjukkan penyebab dari pertumbuhan minus penduduk Taipei adalah semakin mudahnya transportasi umum antarkota.

Wu Zhong-xin menjelaskan, jaringan MRT yang semakin baik dan luas di Taipei dan sekitarnya, sehingga perlahan-lahan terbentuk lingkungan hidup bersama antara Kota Taipei, New Taipei, Keelung dan Taoyuan, selain itu sudah pasti tingkat biaya hidup di New Taipei, Keelung dan Taoyuan lebih rendah dibandingkan biaya hidup di Kota Taipei sehingga banyak orang yang beranggapan lebih baik pengeluaran transportasi meningkat untuk menutupi biaya hidup yang lebih rendah sehingga mereka memilih tinggal di luar kota Taipei tetapi untuk kehidupan sehari-hari dan bekerjanya di Kota Taipei.

Wu Zhong-xin membeberkan, dari analisis data statistis populasi tahun 2019 dan 2020 dari Biro Urusan Sipil Taipei mendapatkan, kebanyakan warga Taipei yang pindah ke New Taipei memilih distrik yang baru diakses MRT dan wilayah pembangunan kota yang lebih matang seperti Xizhi, Xindian, Sanchong (汐止、新店、三重) dan lainnya, dan setelah ditilik mereka memilih menggunakan transportasi umum MRT atau kereta api karena kehidupan dan tempat kerja mereka sebenarnya tetap di Kota Taipei,

Wu Zhong-xin menyampaikan, pertumbuhan minus penduduk Kota Taipei dengan epidemi COVID-19 juga memiliki korelasi. Pada tahun-tahun sebelumnya sekitar 20 ribu lebih penambahan penduduk Kota Taipei berasal dari mereka yang datang dari luar negeri dan mengajukan naturalisasi, karena adanya pandemi ini sehingga penambahan ini berkurang, tahun ini hanya kurang dari 10 ribu jiwa yang mengajukan naturalisasi di kota Taipei.

Wu Zhong-xin dengan jujur mengemukakan, ini adalah masalah yang rumit, Taipei adalah ibukota negara yang sudah seharusnya bertanggungjawab untuk lebih banyak dalam pembangunan rumah sakit, transportasi dan lainnya sehingga membutuhkan dana yang lebih tinggi, dengan demikian biaya hidup juga otomatis menjadi tinggi.

Namun Pemerintah Kota Taipei akan berupaya keras dengan berbagai cara agar dapat menekan biaya hidup sehingga dapat menarik kaum muda untuk tinggal di Taipei, seperti pembangunan perumahan sosial, kawasan wirausahawan kaum muda dan lainnya, meskipun dampak kebijakan tersebut belum terlihat pada pertumbuhan penduduk, tetapi pemkot Taipei tetap akan terus berusaha.

Komentar

Terbarumore