(Taiwan, ROC) -- Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) hari Rabu (10/2) mengumumkan penambahan baru 2 kasus impor COVID-19 yaitu kasus ke-935 dan ke-936.
Kasus ke-935 adalah pria warga Taiwan berusai 60 an tahun yang awal tahun lalu ke Myanmar untuk bekerja dan tanggal 24 Desember 2020 kemarin timbul gejala dan hasil tesnya positif. Setelah menjalani pengobatan dan keluar dari rumah sakit pada 27 Januari lalu beberapa kali timbul gejala sesak nafas bahkan tanggal 3 Februari sempat sekali lagi masuk rumah sakit dan pada tanggal 7 Februari kembali keTaiwan dan langsung menjalani pemeriksaan serta karantina. Dari hasil yang dikeluarkan hari ini pasien dinyatakan positif.
Untuk kasus ke-936 adalah seorang pria Indonesia berusia 40 an tahun yang datang ke Taiwan tanggal 24 Januari dengan membawa sertifikat PCR negatif yang pemeriksaannya dalam kurun waktu 3 hari sebelum keberangkatan. Setibanya di Taiwan pria yang bertujuan datang bekerja di Taiwan ini langsung menjalani karantina di hotel karantina. Pada hasil pemeriksaan usai karantina tanggal 8 Februari yang hasilnya dikeluarkan hari ini ternyata positif
Dengan bertambahnya 2 kasus baru hari ini maka kumulatif COVID-19 di Taiwan ada 935 kasus terdiri dari 819 kasus impor, 77 kasus penularan dalam negeri, 36 kasus Armada Persahabsatan, 2 kasus penularan pesawat dan 1 kasus tidak jelas sumbernya. Selain itu ada 1 nomer kasus kosong yaitu no ke-530 sementara dari keseluruhan ada 9 kasus kematian dan 853 orang yang sudah dibebaskan dari isolasi.
Berdasarkan data statistik, jumlah kasus COVID-19 global ada 106.824.815 kasus yang tersebar di 93 negara atau kawasan. Kasus terbanyak adalah Amerika Serikat berjumlah 27.284.255 diikuti dengan India 10.846.952, Brasil 9.599.565, Rusia 3.998.216 dan diurutan kelima adalah Inggris 3.972.148. Total jumlah kasus meninggal sebesar 2.345.006, dengan urutan terbanyak berturut-turut adalah Amerika Serikat 476.857 orang, Brasil 233.520, Meksiko 166.731, India 155.158 dan Inggris 113.850 orang.