(Taiwan, ROC) -- Media digital Amerika "Quartz" melaporkan, pada tahun 2020 kinerja ekonomi Taiwan merupakan yang terbaik di Asia. Selain berhasil dalam melakukan pencegahan pandemi, industri semikonduktor juga merupakan penggerak penting bagi pertumbuhan ekonomi Taiwan.
Menurut laporan tersebut, sejak tahun 2019 wabah COVID-19 muncul dan mengganggu tahun 2020, tetapi tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan dapat mencapai angka 2,98%, menjadikannya sebagai pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, bahkan berhasil mengungguli kinerja ekonomi Negeri Tirai Bambu untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir.
Dalam laporan tersebut juga menyebutkan, Taiwan merupakan negara dengan populasi 24 juta orang, dengan jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi kurang dari 1.000 kasus, dan hanya mencatat 9 kasus kematian saja. Disaat ekonomi negara yang lain sedang berada dalam situasi stagnan, tanggapan yang sangat sukses terhadap pencegahan epidemi telah membuat ekonomi Taiwan berkembang, dan industri semikonduktor merupakan kekuatan pendorong yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Taiwan.
Menurut estimasi data ekonomi yang dipublikasikan oleh Kantor BAS (Anggaran, Akuntansi dan Statistik), Yuan Eksekutif pada minggu lalu, secara khusus memuji industri chip komputer dalam negeri, berkat “permintaan yang kuat untuk komponen produk elektronik” telah mendorong pertumbuhan ekspor Taiwan. Saat Kantor BAS merilis data kuartal ketiga pada bulan November tahun lalu (2020), ditegaskan pula bahwa semikonduktor memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan industri manufaktur Taiwan.
Menurut Asosiasi Industri Semikonduktor (Semiconductor Industry Association / SIA) Amerika, penjualan semikonduktor dunia tumbuh sebanyak 6.5% pada tahun lalu (2020). Taiwan merupakan penghubung penting dalam rantai pasokan semikonduktor global, karena memiliki kriteria yang cukup untuk memenuhi permintaan chip yang terus meningkat.
TSMC selaku pemimpin dalam industri manufaktur wafer chip dunia melaporkan, bulan lalu pendapatan mereka pada setiap kuartal meningkat ke level tertinggi, dan TSMC berencana akan mengeluarkan modal sebesar US$ 28 miliar untuk penelitian dan pengembangan chip serta meningkatkan kapasitas produksi mereka pada tahun ini.
Laporan tersebut juga menuturkan, untuk menunjukkan bahwa Taiwan sedang berada dalam posisi penting ekonomi global, kita hanya perlu mengamati dan melihat efek langsung Taiwan pada produsen mobil dunia. Lantaran kekurangan semikonduktor pada mobil, menyebabkan beberapa produsen mobil termasuk produsen mobil Toyota serta Volkswagen dan produsen mobil besar dunia lainnya, terpaksa mengurangi jumlah produksi bahkan sampai menghentikan produksi mobil mereka.
Banyak pemerintah dan pemimpin industri di banyak negara dunia, telah mendesak Taiwan untuk meningkatkan produksi chip guna meringankan situasi sulit yang dihadapi oleh para industri manufaktur mobil. Para pejabat tinggi Amerika Serikat akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Taiwan, Wang Mei-hua pada minggu ini, untuk membahas krisis mengenai kekurangan chip mobil tersebut. Merupakan sebuah pertemuan yang akan menjadi perhatian yang dilakukan oleh pemerintahan Joe Biden dengan otoritas Taiwan sejauh ini.