History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pesanan Vaksin Pfizer Taiwan Ditolak? CECC: Akan Dikembalikan Jika Pabrik Terkait Bangkrut

  • 03 February, 2021
  • 曾秀情
Pesanan Vaksin Pfizer Taiwan Ditolak? CECC: Akan Dikembalikan Jika Pabrik Terkait Bangkrut
Pesanan Vaksin Pfizer Taiwan Ditolak? CECC: Akan Dikembalikan Jika Pabrik Terkait Bangkrut

(Taiwan, ROC) --- Kini seluruh negara di dunia tengah berupaya memperoleh dosis vaksin, guna menekan angka penularan COVID-19 di wilayah masing-masing. 

Ketua Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan bahwa kapasitas vaksin COVID-19 telah dimonopoli oleh salah satu negara besar.

Media melaporkan, CECC telah merundingkan pembelian 30 juta dosis vaksin kepada perusahaan bioteknologi asal Jerman, yakni BNT. Negosiasi pihak Taiwan tersebut diberitakan mendapat penolakan dari perusahaan Fosun Pharma Shanghai, yang merupakan perwakilan BNT untuk kawasan Benua Asia.

Perusahaan BNT sendiri dikabarkan juga telah mengembalikan uang setoran US$ 50 juta dan kontrak yang telah diberikan Taiwan sebelumnya. Saat diminta penjelasannya, CECC membantah kabar berita di atas.

Salah seorang pakar CECC, Lee Ping-ing (李秉穎) menyampaikan dirinya belum pernah mendengar masalah ini. Hingga hari ini, tidak ada pembahasan perihal pengembalian biaya oleh pihak Jerman. Ia menambahkan, uang tersebut akan dikembalikan jika pabrik pemroduksi terkait tidak beroperasi (bangkrut).

Beberapa hari lalu, Walikota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲) menyampaikan program pembelian vaksin Taiwan berkemungkinan mendapat penolakan dari pihak Eropa dan Amerika Serikat. Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diprediksi akan mengirimkan vaksin mereka ke Taiwan secara cuma-cuma.

Menanggapi pernyataan Walikota Ko, Lee Ping-ing menyampaikan akan ada banyak perubahan pada masa mendatang. Awalnya vaksin diperkirakan tiba di Taiwan sekitar bulan Maret, tetapi karena ada pihak yang sengaja menghambat, membuat pendistribusian vaksin di Benua Asia menjadi sedikit terlambat. Lee Ping-ing menyampaikan, Taiwan tidak pernah mengimpor vaksin dari RRT, karena produksi vaksin setempat tidak memiliki laporan klinis yang lengkap, serta dicemaskan terdapat masalah keamanan dan efektivitas.

Beberapa media pun mempertanyakan subsidi pemerintah untuk pengembangan vaksin dalam negeri yang disinyalir menguntungkan pihak produsen. Lee Ping-ing menekankan, dunia luar tidak sepantasnya mengeluarkan komentar seperti demikian. Produsen pengembangan vaksin tentu akan mengejar keuntungan operasionalnya. Ini adalah hal yang wajar dalam berbisnis. Tidak ada salahnya membagikan keuntungan kepada pihak produsen, asalkan semua itu disumbangsihkan kepada kepentingan rakyat.

Lee Ping-ing mengatakan, “Kita semua telah terbiasa dengan arti negatif dari perkataan “untung”. Untung adalah hal yang wajar. Kita harus membantu seluruh pengusaha dalam negeri, sama halnya dengan bantuan kita terhadap pengusaha asing. Memberikan keuntungan kepada produsen vaksin adalah hal yang benar. Dengan demikian, akan dapat mendorong mereka untuk mempercepat proses pembuatan. Ini menyangkut keamanan nasional negara kita.”

Menanggapi peristiwa penularan domestik yang terjadi di rumah sakit Taoyuan General Hospital (TYGH), Lee Ping-ing menyampaikan krisis yang terjadi saat ini belum sepenuhnya teratasi. Jika dalam 14 hari setelah kemunculan kasus terakhir, tidak ada penambahan kasus, maka Taiwan akan sedikit lebih tenang. Namun demikian, hal di atas tidak memberikan jaminan sepenuhnya. Penanggulangan pandemi membutuhkan kerja sama yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat. Dirinya terus mengingatkan kepada seluruh warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, serta tidak menyentuh bagian mata, hidung dan mulut.

Komentar

Terbarumore