(Taiwan, ROC) - Perihal ditahannya pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi oleh pihak militer yang kemudian memberlakukan kondisi darurat nasional, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Senin merilis pernyataan, mengajukan prihatin dan mengimbau para pemimpin politik Myanmar untuk mencari solusi mengatasi pertentangan melalui dialog yang damai.
MOFA menyatakan, berdasarkan pemantauan kantor perwakilan setempat, diketahui bahwa pihak militer Myanmar tanggal 1 pagi telah mengumumkan mengambil alih kekuasaan dan memberlakukan kondisi darurat secara nasional.
Juga diketahui bahwa Presiden Myanmar Win Myint, ketua Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang memerintah Myanmar yaitu Aung San Suu Kyi, serta sejumlah petinggi pemerintah Myanmar lainnya, telah ditahan; sementara koneksi internet dan telekomunikasi di sebagian daerah di ibukota Nay Pyi Taw dan kota terbesar Yangon telah terputus.
Menurut kantor perwakilan, dalam gejolak politik di Myanmar kali ini, belum ada warga Taiwan yang terpengaruh, namun MOFA akan terus memantau perkembangan situasi dan memberi bantuan sepantasnya andaikata ada kebutuhan bagi evakuasi perantau.