History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Berada di Urutan ke 28 untuk Corruption Perception Index Sedunia

  • 30 January, 2021
  • 曾秀情
Taiwan Berada di Urutan ke 28 untuk Corruption Perception Index Sedunia

      (Taiwan, ROC) – Organisasi Transparency International pada hari Kamis tanggal 28 Januari waktu setempat mengumumkan Indeks Persepsi Korupsi atau Corruption Perception Index Sedunia tahun 2020, Taiwan mendapatkan nilai 65 dan berada di posisi ke 28 dunia, nilai dan peringkat ini sama dengan tahun 2019, adapun indeks yang diperoleh menunjukkan jika Taiwan terus mengalami kemajuan dan perbaikan selama beberapa tahun terakhir ini.

      Jumlah nilai untuk Corruption Perception Index tertinggi adalah 100, yang artinya negara dengan kondisi terjujur, dengan melakukan perbandingan di antara 180 negara dan kawasan di seluruh dunia. Secara keseluruhan, lebih dari 2/3 negara di dunia yang hanya mendapatkan nilai di bawah 50, sementara nilai rata-rata indeks dunia adalah 43, hal ini menunjukkan jika keadaan korupsi masih terus ada dan memengaruhi kualitas performa setiap pemerintah masing-masing negara.

      Merujuk kepada perubahan yang terjadi untuk negara-negara di kawasan Asia Timur dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, Korea Selatan untuk tahun 2020 naik 2 nilai, Hongkong, Jepang dan Daratan Tiongkok masing-masing bertambah 1 nilai, sementara Taiwan dan Hong Kong masing-masing bertambah 6 nilai dan 12 nilai.

      Secara garis besar, 31 negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 45, negara-negara di kawasan Asia Timur, selain Daratan Tiongkok yang mendapatkan nilai 42 dan Korea Utara yang mendapatkan nilai 18, selebihnya berada di atas nilai rata-rata. Hal ini juga menunjukkan jika negara yang berbasis komunis memiliki permasalahan korupsi dan masih tetap tidak memiliki langkah pencegahan yang baik.

      Sisi lain yang patut untuk diperhatikan adalah, Hong Kong yang kini berada di bawah kepemerintahan Daratan Tiongkok, masih mampu mempertahankan standar yangsama, akan tetapi seiring dengan semakin meluasnya intervensi dari pihak Daratan Tiongkok terhadap Hong Kong, maka masih perlu melihat perkembangan lebih lanjut.

Transparency International Chinese Taipei mengungkapkan bahwa tingkat transparansi atau kejujuran Taiwan mengalami perkembangan yang pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, namun jika hendak mengejar Jepang dan melampaui Hong Kong, maka masih perlu untuk secara aktif melaksanakan kesimpulan pengamatan peninjauan internasional atas laporan kenegaraan pertama dari Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa melawan Korupsi , pembentukkan undang-undang perlindungan bagi pelapor kasus, mengimplementasikan dan mendorong prinsip kepercayaan dalam perusahaan, dan integrasi terhadap semua sistem yang diberlakukan, selain itu juga harus turut tetap melanjutkan upaya yang telah ada agar dapat benar-benar mencapai target yang diharapkan.

      Sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang hingga saat ini masih terus memanas dan sulit dikontrol, maka untuk pengadaan keperluan medis kedokteran, logistik dan lainnya, masih membutuhkan sikap transparansi dan pemantauan yang lebih baik, agar dapat sekaligus menurunkan resiko permasalahan korupsi untuk bidang ini.

      Dalam semua negara yang ada di dunia, Selandia Baru dan Denmark mendapatkan nilai 88, menjadi negara dengan indeks CPI tertinggi. Finlandia, Singapura, Swiss dan Swedia masing-masing mendapatkan nilai 85, sementara Norwegia mendapatkan nilai 84 dengan berada di posisi ke 7 dunia. Di sisi lain, Somalia dan Sudan Selatan mendapatkan nilai 12, dan berada di posisi ke 179, menjadi negara terkorupsi sedunia.

      Amerika mendapatkan nilai 67, turun 2 angka dibandingkan tahun 2019 dan berada di posisi ke 25, atau turun 2 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam laporan juga menyebutkan jika Amerika kurang mampu mengendalikan dana anggaran yang disediakan untuk mengatasi masalah pandemi dalam negeri sebesar US$ 1 triliun.

Komentar

Terbarumore