(Taiwan, ROC) -- Tim Pemerintah Biden telah ditempatkan satu demi satu. Di antaranya, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang berkaitan erat dengan Taiwan, baru-baru ini menegaskan kembali komitmen keamanan mereka terhadap Taiwan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan merasa jika AS akan terus menyediakan alutsista pertahanan karena komitmennya kepada Taiwan tidak berubah. Taiwan dan AS juga akan memperkuat kemitraan keamanan mereka.
Beberapa waktu ini tindakan intimidasi yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok terhadap Taiwan sering terjadi, pejabat Negeri Tirai Bambu bahkan mengancam “Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang”. Menanggapi hal tersebut, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), John F. Kirby pada tanggal 28 Januari mengemukakan, pernyataan Negeri Panda tersebut patut disayangkan, tak ada alasan ketegangan mengenai Taiwan perlu diarahkan kepada sesuatu seperti konfrontasi, ia juga menyebutkan jika militer AS siap memenuhi komitmen keamanan regionalnya. Saat ditanya oleh media mengenai hal tersebut, John F. Kirby menuturkan Departemen Pertahanan AS akan mematuhi Undang-Undang Hubungan Taiwan / Taiwan Relations Act dan Tiga Komunike AS-Tiongkok.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd J. Austin III pada sidang pengangkatan beberapa hari lalu mengemukakan, AS akan terus memastikan dan memenuhi komitmennya untuk mendukung Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan dirinya. Selain itu dia juga menanggapi pertanyaan Senator secara tertulis dan menunjukkan bahwa Joe Biden telah berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat harus mempertahankan dukungan bulat yang kuat, dan berprinsip untuk Taiwan, yang sejalan dengan komitmen jangka panjang Amerika Serikat untuk Tiga Komunike dan Undang-Undang Hubungan Taiwan serta “Enam jaminan" (the Six Assurances).
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken juga mengajukan Tiga Komunike dan Undang-Undang Hubungan Taiwan selama sidang pengangkatan jabatan, dan menegaskan jika pemerintahan Biden akan melanjutkan komitmen AS terhadap Taiwan Relations Act, termasuk memastikan Taiwan memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri.
MOFA menuturkan, komitmen AS terhadap Taiwan sangatlah kuat dan kokoh. AS akan terus menyediakan alutsista, serta mementingkan keamanan pertahanan nasional Taiwan dan perdamaian serta stabilitas di seluruh selat Taiwan.
Menurut pengumuman yang diumumkan oleh Institut Amerika di Taiwan di laman situsnya mengenai isi dari “Enam jaminan” tersebut, jaminan pertama berbunyi “Tidak setuju untuk menetapkan tanggal penghentian penjualan alutsista ke Taiwan”, dan jaminan kedua adalah “Tidak setuju untuk berkonsultasi dengan Negeri Tirai Bambu terkait masalah penjualan alutsista ke Taiwan”.