(Taiwan, ROC) -- Taiwan dan Inggris menandatangani “Nota kesepahaman (MoU) Kerjasama Sektor Pertanian”. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, Joanne Ou (歐江安) pada hari Jumat (29/1) mengatakan, MOFA sangat menyambut baik hal tersebut. Selain itu hubungan antara Taiwan dan Inggris telah berkembang pesat, dan meyakini jika kedua belah pihak kedepannya dapat memiliki lebih banyak kerjasama dan pertukaran di industri pertanian, pertukaran personel, kerjasama teknis, dan lain-lain.
Pada tanggal 28 Januari, Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Inggris, Hsieh Wu-chiao atas nama Dewan Pertanian (COA) Taiwan, bersama Kepala Kantor Perwakilan Inggris di Taiwan, John Dennis yang mewakili Kementerian Lingkungan Hidup, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris (DEFRA), menandatangani “Nota kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Pertanian Taiwan-Inggris” di kota London dan Taipei via konferensi video.
Juru Bicara Kemenlu, Joanne Ou (歐江安) mengemukakan, hubungan bilateral yang substansial antara Taiwan dan Inggris telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ada hampir 30 perjanjian bilateral, nota kerja sama dan pertukaran surat yang sedang berjalan, mencakup bidang medis, pertukaran pemuda, pendidikan dan budaya, penghindaran pajak berganda, pertanian, dan bidang lainnya. Joanne Ou (歐江安) mengatakan, “Taiwan sangat senang sekali dapat melihat Inggris sebagai negara Eropa kelima yang menandatangani Nota kesepahaman (MoU) tentang Pertanian dengan Taiwan setelah Belanda, Prancis, Hongaria, dan Polandia. Kami percaya bahwa di masa depan, Taiwan dan Inggris akan memiliki lebih banyak kerjasama dan pertukaran di industri terkait pertanian, pertukaran personel, kerjasama teknis dan kerjasama di bidang lainnya yang saling menguntungkan.
Setelah menandatangani “Nota kesepahaman (MoU) Kerjasama Bidang Pertanian Taiwan-Inggris”, kedua pihak akan membentuk platform dialog kerja sama pertanian dan secara teratur melakukan pertukaran serta membahas isu-isu seperti kebijakan dan teknologi pertanian, perlindungan sumber daya perikanan, karantina hewan dan tumbuhan, dan isu lainnya, serta mempromosikan kerja sama pertanian dan perdagangan pertanian bersama.