(Taiwan, ROC) - Roket SpaceX yang membawa dua satelit Taiwan berhasil lepas landas dari Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat, Minggu, 24 Januari, pukul 10:00 pagi (Minggu, pukul 23:00 malam waktu Taipei).
Setelah penundaan tiga hari yang disebabkan oleh inspeksi keselamatan dan masalah cuaca, satelit Flying Squirrel dan Yushan dikirim ke orbit oleh roket Falcon 9 SpaceX.
Flying Squirrel, miniatur satelit "CubeSat" yang dikembangkan oleh National Central University (NCU), akan digunakan untuk meneliti bagaimana plasma di ionosfer bumi (atmosfer atas) memengaruhi gelombang radio, yang digunakan untuk komunikasi dalam jaringan 5G.
Profesor Chao Chi-kuang (趙吉光) dari NCU mengatakan, satelit tersebut menggunakan sensor plasma yang pada dasarnya adalah versi miniatur dari yang ditemukan di satelit FormoSat-5 yang diluncurkan oleh Taiwan pada 2017.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, FormoSat-5 memiliki berat 450 kilogram dan biaya produksinya mencapai NT$5,6 miliar (US$ 200,1 juta), sedangkan Flying Squirrel hanya berbobot 4,5 kg dan berharga NT$40 juta.
Satelit lainnya, Yushan, diproduksi oleh MoGaMe Mobile Entertainment yang berbasis di New Taipei dengan dana NT$4,4 juta, dan pada prinsipnya akan digunakan untuk memantau lalu lintas laut.
Pendiri MoGaMe Anson Tai (戴騰瀠) menerangkan, dengan berat sekitar 2 kg, Yushan berisi peralatan untuk mendeteksi data dari dua sistem pelacakan kapal yang paling banyak digunakan, yakni sistem identifikasi otomatis (AIS) dan sistem pelaporan paket otomatis (APRS).