(Taiwan, ROC) Sejak 2015 pariwisata Taiwan pertama mencapai angka puluhan juta wisatawan, jumlah pelancong yang masuk ke Taiwan semakin berkembang, puncaknya mencapai 11,86 juta wisatawan pada tahun 2019, tanpa diduga 23 Januari tahun lalu setelah pemblokiran di Wuhan membuat situasi berubah, dikarenakan pandemi melanda di seluruh dunia hampir setiap negara memberlakukan kunci kota, kebijakan menutup negara sehingga pariwisata internasional membeku.
Walaupun tindakan pencegahan pandemi di Taiwan tergolong sukses, tetapi menghadapi pandemi global yang semakin meningkat, terutama pada musim gugur dan dingin situasi ini semakin memburuk, sehubungan dengan kondisi demikian jumlah wisatawan pada tahun lalu selain bulan Januari belum ada pengaruh yang signifikan, pada bulan lainnya turun drastis hanya mencapai 10% saja, jumlah perjalanan wisata hampir mencapai angka 0, tersisa beberapa kunjungan bisnis, keluarga dan diplomatik. Jumlah wisatawan ke Taiwan tahun 2020 mencatat angka 1,375 juta orang / kali; jumlah warga berwisata ke luar negeri tahun lalu 17,1 juta menurun hingga 2,34 juta dibandingkan dengan tahun 2019 dengan minus 86,3%.
Nilai output pariwisata 2019 mencatat rekor untuk wisata ke luar negeri mencapai lebih dari 790 miliar NTD, yang masuk Taiwan mencapai lebih dari 400 milyar NTD, pada tahun 2020 mencapai titik terendah. Walaupun musim panas tahun lalu angka wisatawan ke Taiwan meledak, tetap sulit menutupi resesi pariwisata selama 3 kuartal.
Dirjen Pariwisata Chang Shih-chung mengatakan, “kondisi wisata domestik tahun lalu, paruh awal tahun mengalami pertumbuhan minus, berkisar 30%; setelah bulan Juli hingga September pada kuartal ini dengan skala peningkatan paling banyak yakni 12,8%, khususnya wisata nyaman selama masa pandemi, kurang lebih menarik 18,24 juta orang berwisata, dengn nilai hampir mencapai 64,5 milyar; kemudian pada bulan Oktober, November dan Desember pada kuartal ini sepertinya mengalami pertumbuhan minus, tetapi hingga saat ini belum ada data yang dirilis.”
Tetapi Chang menekankan, sepatutnya lebih bersyukur karena dibandingkan dengan negara lainnya, warga Taiwan masih bisa bebas berwisata.