(Taiwan, ROC) --- Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan mencabut pembatasan terhadap pertukaran Taiwan dengan AS pada tanggal 9 Januari 2021 kemarin. Di samping itu, pihak terkait juga kembali terang-terangan mengumumkan "Rencana Perjalanan Harian", dan salah satunya adalah pertemuan tertutup yang akan digelar Asisten Menlu Clarke Cooper dengan perwakilan ROC untuk AS, yakni Hsiao Bi-khim (蕭美琴).
Namun, pengumuman tersebut tidak mencantum lokasi di mana pertemuan tersebut akan berlangsung. Dengan demikian, ini menjadi pertemuan kedua bagi Clarke Cooper dengan Hsiao Bi-khim, semenjak politisi DPP tersebut menjabat perwakilan ROC untuk AS pada tahun lalu.
Sebelumnya, Taiwan dengan AS juga pernah mengadakan dialog politik dan militer pada tanggal 6 Januari kemarin. Clarke Cooper diberitakan juga sempat menyampaikan pidato pembukaannya melalui jejaring virtual.
Banyak pihak luar yang penasaran dan mempertanyakan perihal topik yang akan dibahas pada pertemuan mendatang. Namun, Hsiao Bi-khim enggan memberitahukan detail dari pertemuan tersebut, karena dirinya menghormati keputusan AS, yang sebelumnya mengumumkan bahwa ini adalah pertemuan yang bersifat tertutup.
Selain itu, Duta Besar AS untuk Belanda - Pete Hoekstra, untuk pertama kalinya mengundang perwakilan ROC di Belanda – Chen Hsing-hsing (陳欣新) untuk menggelar pertemuan.
Pete Hoekstra juga sempat memposting, bahwa dirinya telah menciptakan momen bersejarah dan berada di di posisi yang mendukung Taiwan.
Dalam akun Twitter pribadinya, Pete Hoekstra menyuitkan, hari ini adalah momen yang bersejarah. Kami menyambut baik kedatangan perwakilan Taiwan Chen Hsing-hsing ke kantor kedubes kami di Belanda. Bersama dengan para kolega, saya sangat bangga dapat menyambut salah satu sosok pembela demokrasi untuk mengunjungi kami.
Di akhir postingan juga tercantum, ucapan terima kasih atas rasa persahabatan dari Kantor Perwakilan ROC di Belanda. Selain cuitan, Pete Hoekstra juga mengunggah 3 lembar foto yang memperlihatkan suasana kental nan bersahabat.
Saat ditemui rekan media, Chen Hsing-hsing menyampaikan, Pete Hoekstra merupakan sosok yang ramah terhadap keberadaan Taiwan. Begitu pembatasan pertukaran Taiwan dengan AS dicabut, ia pun langsung mengundang Chen Hsing-hsing untuk berkunjung ke kantornya.
Hal di atas jelas memperlihatkan kentalnya dukungan Pete Hoekstra terhadap hubungan persahabatan Taiwan-AS. Dalam kunjungan tersebut, mereka berdua terlibat dalam diskusi hangat perihal masalah yang terjadi di Belanda.
Postingan Pete Hoekstra di Twitter tersebut juga mendapat tanda jempol dari rekan politisi lainnya. Mereka sepakat, jika pertemuan kemarin merupakan terobosan terbaru bagi sektor hubungan kerja sama Taiwan dengan AS.