(Taiwan, ROC) -- Forum Pengguna Diagram Navigasi Elektronik dari Kementerian Dalam Negeri berlangsung di International Convention Center National Taiwan University Hospital (NTUH) dihadiri ratusan pakar dari instansi pengelola pelabuhan, penelitian, pemetaan dan perkapalan, sehingga Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yung yang saat tiba di lokasi hingga sebelum pidato harus menggunakan pengeras suara karena terlalu ramainya orang yang hadir, dan dan sambil bergurau mengatakan akan menggunakan peluit melaporkan pada patroli kelautan bahwa jumlah yang hadir “cukup banyak”.
Hsu Kuo-yung mengemukakan, kapal layar tidak boleh tidak ada atau kurang dari alat navigasi laut yang aman, tepat, sangat disayangkan sebelumnya kapal-kapal asing yang datang ke Taiwan tetapi malah menggunakan navigasi laut yang dikeluarkan dari Ingris dan Daratan Tiongkok, yang tingkat pembaruannya tidak tinggi, kualitasnya kurang dan berisiko pada keamanannya. Sekarang ini Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan 68 bagan navigasi elektronik, dengan demikian telah terkumulatif 260 ribu bagan navigator elektronik dan telah digunakan oleh 12 ribu kapal hal ini menunjukkan ketepatan dari navigasi elektronik kita.
Hsu Kuo-yung mengatakan, “Sebuah kapal yang ingin melakukan perjalanan aman, tingkat manajemen keamanan dari setiap dermaga dan lainnya sudah pasti memerlukan navigasi yang sangat tepat agar nahkoda kapal dapat saat melabuhkan kapalnya dengan tepat dan aman di pelabuhan.”
Kementerian Dalam Negeri menyampaikan, telah mempersiapkan bagan navigator elektronik ini selama 3 tahun lebih, dengan sebelumnya telah mempertimbangkan norma dan berpengalaman dari negara-negara internasional, juga menggunakan standar manajemen, pemonitoran dan pembuatan bagan internasional, dengan kumulatif pengalaman, analisa dan survei kelautan selama bertahun-tahun serta lainnya akhirnya pada tahun 2019 dapat resmi diluncurkan secara internasional. Isi peta navigasi ini meliputi perairan Taiwan dan peta yang sudah masuk dalam Global Chart Service System (AVCS) yang sudah diakui secara internasional.