History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NARLabs Menawarkan Subsidi Gelar Doktor di Luar Negeri

  • 06 January, 2021
  • 曾秀情
NARLabs Menawarkan Subsidi Gelar Doktor di Luar Negeri
NARLabs Menawarkan Subsidi Gelar Doktor di Luar Negeri

(Taiwan, ROC) -- Laboratorium Penelitian Terapan Nasional Taiwan (NARLabs), Kementerian Sains dan Teknologi pada hari Rabu (6/1) mengemukakan, dalam 15 tahun terakhir jumlah pelajar Taiwan yang melanjutkan jenjang magister (S2) dan doktor (S3) ke Amerika Serikat (AS) menurun hingga 42%, diantaranya jumlah doktor di bidang humaniora dan ilmu sosial telah menurun hampir 70%. Terdapat 218 orang yang telah mendapatkan gelar doktor di bidang humaniora dan ilmu sosial di AS pada tahun 2016. Setelah itu, jumlah doktor di bidang humaniora dari tahun ke tahun terus menurun, dan hanya tersisa 66 orang saja pada tahun 2020.

Kementerian Sains dan Teknologi Taiwan mengemukakan, pada tahun ini akan terus meluncurkan program pengembangan bakat luar negeri di bidang humaniora dan ilmu sosial, untuk mendorong para sarjana berprestasi untuk belajar di luar negeri, dan juga membantu para sarjana muda untuk mendapatkan dasar kuat di bidang akademik dan penelitian internasional serta untuk menjaga hubungan interaksi antara Taiwan dan komunitas akademik internasional. Bagi para kandidat gelar doktor luar negeri di bidang humaniora dan ilmu sosial, akan diberikan subsidi dana yang cukup besar sebesar NT$ 900.000 per orang pada tahun terakhir penelitian. Kemudian bagi sarjana muda yang mengajar dan meneliti di institusi penelitian dan akademis luar negeri juga dapat menerima subsidi masing-masing NT$ 600.000, dan juga dapat mendaftar subsidi sebesar NT$ 200.000 yuan untuk biaya penerbitan buku akademis.

Lin Shen-yang (林燊揚), seorang mahasiswi doktoral terpilih tahun lalu juga menuturkan, dia saat ini sedang melanjutkan jenjang pendidikan S3 di Departemen Manajemen Universitas Nasional Australia (ANU), dan memuji program tersebut karena memungkinkan dia untuk membuat keputusan penelitian yang lebih berani. Saat ini ia telah berada di tahap penulisan bab 4 dan bab 5 tesis.

Lin Shen-yang (林燊揚) mengatakan, “Karena untuk bisa membuat makalah yang berkualitas, butuh banyak sumber daya dan kerja keras. Misalnya, untuk mencari bahan dan mengedit artikel semuanya memerlukan biaya. Beberapa sekolah mungkin ada memberikan subsidi, tetapi ada sebagian sekolah yang tidak memberikan subsidi secara penuh. Jadi saya tahu, jika saya mempunyai uang tersebut maka saya dapat lebih mudah membuat keputusan yang berisiko tinggi. Keputusan penelitian berisiko tersebut biasanya membawa lebih banyak inovasi dan kesuksesan, dan lebih mudah dilihat secara internasional.

Program ini pada tahun 2019 telah mensubsidi 10 kandidat doktor dan 5 sarjana muda, serta 25 kandidat doktor dan 5 sarjana muda pada tahun 2020. Kuota tahun ini sama dengan tahun 2020, dan seleksi pendaftaran akan dibuka pada akhir bulan April mendatang.

Komentar

Terbarumore