(Taiwan, ROC) - Jumlah tenaga kerja di Taiwan dari Januari hingga November 2020 rata-rata mencapai 11,964 juta orang, bertambah 0,16% dari periode yang sama setahun sebelumnya, dan mencatat tingkat pertumbuhan terendah untuk kurun waktu tersebut, demikian berdasarkan statistik dari Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS).
Wakil Direktur Departemen Sensus DGBAS Chen Hui-hsin (陳惠欣) menerangkan, turunnya pertumbuhan jumlah tenaga kerja pada tahun 2020 pada prinsipnya disebabkan oleh tingkat kesuburan yang rendah di Taiwan dan mengganasnya pandemi Covid-19 yang semakin memperburuk masalah.
Menurut Chen, apakah seseorang mencari pekerjaan atau tidak akan menentukan apakah mereka turut diperhitungkan sebagai tenaga kerja. Jumlah orang yang mengatakan ingin bekerja tetapi tidak mencari pekerjaan bertambah tahun lalu, dan ini, kata Chen, merupakan alasan utama melambatnya pertumbuhan jumlah tenaga kerja.
Sementara itu, lanjutnya, banyak bisnis di Taiwan memutuskan untuk tidak merekrut lebih banyak karyawan pada masa pandemi, sehingga mereka yang menganggur berhenti mencari pekerjaan meskipun mereka ingin bekerja.
Saat pandemi membaik, jumlah tenaga kerja Taiwan kemungkinan akan meningkat kembali, namun dalam jangka panjang, tingkat kesuburan Taiwan yang rendah dan populasi yang menua akan terus memengaruhi jumlah tenaga kerja.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah jumlah lulusan baru yang memutuskan untuk tidak mencari pekerjaan, jelas juru bicara bank pekerjaan online yes123 Yang Tsung-pin (楊宗斌).
Menurut Yang, sektor yang diminati kaum muda, termasuk penerbangan, pariwisata dan industri makanan dan minuman, paling terpukul oleh pandemi, sehingga lulusan baru menunda pencarian pekerjaan karena tidak dapat menemukan pekerjaan yang ideal.