History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CECC: Virus COVID-19 yang Bermutasi Terdiri dari 2 Jenis dan Dikhawatirkan Akan Menjadi Trend Berikutnya

  • 02 January, 2021
  • 譚雲福
CECC: Virus COVID-19 yang Bermutasi Terdiri dari 2 Jenis dan Dikhawatirkan Akan Menjadi Trend Berikutnya
CECC: Virus COVID-19 yang Bermutasi Terdiri dari 2 Jenis dan Dikhawatirkan Akan Menjadi Trend Berikutnya

        (Taiwan, ROC) – Seiring dengan ditemukannya kasus virus COVID-19 yang bermutasi di Inggris, telah menimbukan kekalutan di seluruh dunia. Pusat Komando Epidemi Sentral atau CECC pada hari Jumat tanggal 1 Januari menyampaikan jika sejak adanya kasus COVID-19 merebak pada awal tahun 2020, telah ditemukan adanya 4 jenis virus yang telah mampu melakukan mutasi, khususnya virus yang berada di Inggris dan Afrika Selatan. Kedua jenis virus yang disebutkan tadi, berkemungkinan akan menjadi trend baru untuk gelombang penularan yang berikutnya, untuk itu pihak CECC akan terus melakukan pemantauan yang lebih lanjut.

        Wakil Ketua Antisipasi Pertolongan penyakit CECC Luo Yi-chun menjelaskan jika pihak WHO telah menyusun data terkait kondisi pandemi yang terus merebak, dan diketahui ada 4 jenis virus yang terus melakukan mutasi. Yang pertama adalah pada bulan Februari dan Maret tahun lalu juga telah muncul virus yang bermutasi, kemudian baru kembali ditemukan virus yang bermutasi pada bulan Oktober, kemudian pada bulan November di Denmark, sementara pasien yang terkontaminasi virus yang bermutasi, mayoritas kini adalah warga negara di Inggris dan Afrika Selatan.

        Luo Yi-chun mengatakan, “Jika melihat dari kecepatan penyebaran virus yang bermutasi ini, jika melihat secara kurun waktu satu tahun, maka virus berkemungkinan akan mengalami siklus perubahan atau mutas sebanyak 4 kali, namun dari ke empat kasus virus yang bermutasi, misalnya virus bermutasi yang terjadi pada peternakan binatang cerpelai, ia tidak memiliki kasus penularan terhadap manusia yang lebih besar. Sementara untuk kawasan Afrika Selatan dan Inggris, dapat disimpulkan memiliki kemampuan menyerang manusia dan terus terjadi penularan. Oleh sebab itu ada kemungkinan hal ini akan mengantikan perubahan virus bermutasi yang akan terjadi pada bulan Februari dan Maret mendatang sehingga akan menjadi trend yang baru dalam hal ini.”

        Luo Yi-chun menjelaskan karena setiap kehidupan pasti memiliki musuhnya sendiri, sama halnya dengan virus yang bermutasi, dan harus menunggu vaksin yang benar-benar mulai dapat disuntikkan kepada manusia, namun tidak tertutup kemungkinan akan mengalami perubahan kembali. Oleh sebab itu pihak CECC dalam menjalankan tugas persiapan, akan tetap mempertimbangkan proses perkembangan virus yang ada.

        Pihak CECC menyebutkan dalam menghadapi kasus virus bermutasi yang tengah terjadi di Inggris, di Taiwan sendiri sejak tanggal 3 Desember telah memberlakukan peraturan terbaru bagi para pendatang yang berasal dari Inggris ke Taiwan, melakukan pemeriksaan, dengan jumlah total sebanyak 2.000 orang, ada 111 orang yang menjalani penelitian dan ada 106 orang yang diketahui negative, sementara 5 orang lainnya masih dalam masa tunggu hasil pemeriksaan. Selain itu ada 13 orang yang tengah menjalani pemeriksaan sedangakan sisanya masih belum menghabiskan masa karantina dan pemantauan yang ada.

Komentar

Terbarumore