(Taiwan, ROC) – Merujuk pada dua narasumber yang dimiliki oleh media Reuters membjeritakan bahwa Instansi Pengelola Obat India pada hari Jumat tanggal 1 Januari telah membeikan hak otoriasi bagi perusahaan AstraZeneca dari Inggris, yang bekerjasama dengan Oxford University dalam pemberian suntikan vaksin secara urgensi dalam melawan virus COVID-19 yang ada di India.
Adapun hak otoriasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah India dalam langkah mengangani masalah penularan kasus COVID-19 di India, yang menjadi negara kedua terbanyak di dunia.
Pakar ahli dari organisasi pengontrolan standarnisasi obat sentral India atui CDSCO, kini tengah melakukan pembahasan yang ke dua kalinya untuk pekan ini, selain itu juga tengah mempertimbangkan penggunaan 2 vaksin lainnya. Namun sayangnya ada organisasi yang tidak menginzinkan pihak media Reuters untuk bisa memiliki data yang lebih lengkap berkenaan dengan perusahaan ke dua yang menyediakan vaksin terkait.
Selain itu, Inggris dan Argentina juga telah melakukan tndakan yang serupa dalam pemberian otorisasi pemberian vaksin di negara mereka masing-masing, sementara untuk India sendiri, pihaknya berharap dapat terus melanjutkan tugas penelitian jenis vaksin baru yang lebih mampu menangani kondisi pandemi COVID-19.