(Taiwan, ROC) -- Taipei 101 berhasil menyelenggarakan pesta Malam Tahun Baru dan peluncuran kembang api dengan lancar. Walikota kota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲) pada hari Jumat (1/1/2021) mengemukakan, tidak banyak kota di dunia yang dapat mengadakan pesta malam tahun baru, masyarakat Taiwan telah bekerja keras untuk mencegah epidemi selama setahun penuh dan taat hukum. Mereka semua membawa KTP dan kode QR (QR Code) untuk didata dengan sistem integrasi nama asli, serta memakai masker selama acara berlangsung dengan patuh, tidak ada yang melanggar hukum.
Tetapi Ko Wen-je (柯文哲) juga menyebutkan, infrastruktur digital di Kota Taipei cukup baik, melalui sistem integrasi nama asli ditemukan ada satu orang yang sedang melakukan karantina mandiri diam-diam keluar untuk mengikuti acara perayaan tahun baru. Alhasil, ia langsung terdeteksi oleh otoritas pencegahan epidemi, kemudian diminta untuk segera kembali ke tempat karantina via SMS bahkan lewat telepon, kemudian orang tersebut akan diproses atau didenda sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu Ko Wen-je (柯文哲) menegaskan, pihak yang beresiko dalam hal pencegahan epidemi bukanlah orang-orang yang memakai masker di alun-alun melainkan orang-orang yang berada di dalam restoran.
Ko Wen-je (柯文哲) menuturkan, bahwa ia adalah seorang ilmuwan, yang melaksanakan kebijakan menurut data dan bukti, serta tidak suka ketakutan irasional semacam itu. Jadi jika kita benar-benar ingin membatalkan kegiatan malam tahun baru di alun-alun, maka pasar, restoran, dan pasar malam harus ditutup terlebih dulu.