(Taiwan, ROC) --- Taiwan sekali lagi tidak diikutsertakan dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-73 yang digelar secara daring baru-baru ini. Perwakilan ROC untuk Kanada, Chen Wen-yi (陳文儀) baru-baru ini menuliskan sebuah artikel yang dimuat dalam media setempat, iPolitics.
Dalam edisi khusus untuk masa liburan akhir tahun 2020, Chen Wen-yi menjelaskan keberhasilan Taiwan dalam menanggulangi wabah COVID-19 telah mendapat pengakuan dari warga dunia.
Ia pun menyampaikan kekecewaannya terhadap pengecualian WHO, karena mengedepankan kepentingan politik pemerintah Beijing yang dinilai egois.
Chen Wen-yi melanjutkan, ketidakikutsertaan Taiwan dalam Sidang WHA kemarin akan memberikan efek negatif bagi dunia global. Saat ini seluruh negara tengah berjuang melawan gelombang baru COVID-19, masyarakat dunia sudah sepatutnya menjunjung tinggi nilai moralitas dan mengesampingkan kepentingan politik, demi mencapai tujuan kerja sama yang merata.
Seluruh negara sudah seharusnya dilibatkan, terutama Taiwan yang memiliki prestasi luar biasa dalam mencegah pandemi virus korona.
Chen Wen-yi mengemukakan, kini semakin banyak negara yang menyadari akan pentingnya kontribusi Taiwan dalam WHA. Perwakilan AS untuk PBB di Jenewa, Andrew Bremberg secara pribadi memuji Taiwan sebagai contoh yang patut ditiru oleh warga global. Dirinya juga terang-terangan mendukung partisipasi Taiwan.
Selain itu, dukungan serupa juga datang dari negara-negara besar lainnya, meliputi Jepang, Australia, Selandia Baru, Prancis, Jerman dan Inggris. Mereka meminta agar otoritas Beijing berhenti untuk menghalangi dan menerima kenyataan akan pentingnya partisipasi Taiwan dalam organisasi WHO.
Taiwan juga menyampaikan terima kasih yang mendalam terhadap dukungan otoritas Kanada, terutama di tengah perhelatan konferensi dunia.
Perwakilan Kanada untuk ROC, Jordan Reeves menyampaikan, Kanada akan selalu mendukung partisipasi Taiwan dalam forum multilateral dunia, seperti Majelis Kesehatan Dunia.
Di samping itu, lebih dari 1.700 anggota parlemen dari seluruh dunia, termasuk 644 yang tersebar di 25 negara Uni Eropa, juga telah menyampaikan suara mereka untuk Taiwan.
Chen Wen-yi melanjutkan, partisipasi Taiwan dalam WHA dengan status pengamat juga sejalan dengan peraturan organisasi. Bahkan negara dengan status khusus, seperti Vatikan dan Palestina serta organisasi Palang Merah Dunia, diizinkan untuk menghadiri Sidang WHA dengan status pengamat.
Pada tahun 2006 hingga 2016, Taiwan pernah diundang dalam konferensi WHO sebagai pengamat. Namun, setelah Tsai Ing-wen menjabat posisi Presiden ROC, Taiwan pun harus kehilangan status pengamatnya.
Langkah tersebut dinilai memiliki muatan politik, yang tidak sepantasnya ada dalam tubuh Organisasi WHO.