(Taiwan, ROC) --- Kandidat presiden AS terpilih, Joe Biden akan dilantik pada bulan Januari tahun mendatang. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Joanne Ou (歐江安) menyampaikan, upacara pelantikan Presiden AS akan diselenggarakan oleh komite gabungan yang terdiri dari Senat dan DPR AS.
Hal yang menjadi fokus utama dalam upacara pelantikan kali ini adalah partisipasi seluruh warga AS. Tidak ada organisasi pemerintahan atau pimpinan negara lainnya yang diundang dalam kegiatan akbar tersebut.
Joanne Ou melanjutkan, skala kegiatan pelantikan tersebut awalnya akan diperkecil, mengingat masih merebaknya wabah COVID-19. Oleh karena itu, hingga hari ini belum ada satu tamu asing atau perwakilan negara lain yang diundang dalam upacara tersebut.
Joanne Ou mengatakan, “Otoritas AS tidak membuka upacara tersebut bagi warga asing. Skalanya pun telah diperkecil. Unit administratif dan Kongres setempat juga ditutup karena wabah COVID-19. Hingga saat ini, tidak ada agenda pertemuan dengan Joe Biden. Karena instansi terkait tidak beroperasi, maka tidak ada cara untuk menggelar pertemuan itu.”
Joanne Ou melanjutkan, jika Taiwan ingin menghadiri upacara pelantikan di AS tersebut, maka harus membentuk tim khusus dan wajib menjalani protokol kesehatan pencegahan epidemi. Selain mematuhi peraturan yang berlaku di AS, tim Taiwan juga wajib menjalani isolasi selama 14 hari ditambah dengan swakontrol kesehatan selama 7 hari, sesaat setelah kembali ke Taiwan.
Ia menyampaikan, berdasarkan pertimbangan yang ada, bukan tidak mungkin bagi otoritas Taiwan untuk mengutus tim khusus tersebut ke Negeri Paman Sam, guna menghadiri upacara pelantikan Joe Biden. Namun, dikarenakan pertimbangan epidemi dan unsur-unsur lainnya, maka kemungkinannya akan menjadi kian kecil.
Jubir MOFA tersebut kembali menambahkan, pihaknya menyampaikan ucapan selamat kepada presiden terpilih AS melalui jalur khusus.
Di lain pihak, MOFA juga akan tetap menjalin komunikasi dengan pihak AS, guna mengikuti perkembangan terbaru perihal upacara pelantikan kandidat Presiden terpilih Joe Biden.