(Taiwan, ROC) - Operasi kereta listrik di jalur South Link resmi diluncurkan pada hari Minggu, 20 Desember. Dengan ini, elektrifikasi sistem kereta api di seluruh Taiwan sepenuhnya diselesaikan.
Sebelumnya, jalur 98,2 kilometer antara Stasiun Taitung dan Stasiun Fangliao di Pingtung adalah yang terakhir di Taiwan yang masih dilayani oleh lokomotif diesel.
Penggunaan kereta listrik akan memperpendek perjalanan antara Kaohsiung dan Taitung dari dua jam sebelumnya menjadi 90 menit, tutur Menteri Transportasi dan Komunikasi Lin Chia-lung (林佳龍) saat menumpangi kereta listrik rute perdananya.
Lin memperkirakan, dengan peningkatan yang dilakukan pada jalur Administrasi Kereta Api Taiwan (TRA) di Taiwan timur dan kemungkinan perpanjangan layanan kereta berkecepatan tinggi (HSR) dari Taipei ke Yilan dan Zuoying ke Pingtung, seseorang akan dapat mengelilingi Taiwan dengan kereta api dalam enam jam pada tahun 2030.
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), yang juga menumpangi kereta perdana dan menghadiri inaugurasi di Taitung berharapkemudahan transportasi yang dihadirkan elektrifikasi jalur South Link bisa menstimulasi kunjungan di Taiwan timur.
Dengan diselesaikannya pembangunan Jalur Pingtung antara Kaohsiung dan Fangliao yang memakan waktu tujuh tahun dan biaya NT$27,6 miliar, wisatawan tidak perlu lagi berganti dari kereta ekspres listrik ke kereta bertenaga diesel saat berpindah dari jalur lain ke jalur South Link, lanjut Tsai.
Sementara itu, layanan kereta bertenaga diesel yang sebelumnya beroperasi di jalur tersebut akan diubah menjadi kereta wisata. Kereta dengan gerbong biru akan digunakan dalam satu perjalanan pulang pergi per hari antara stasiun Fangliao dan Taitung mulai 1 Januari 2021, melewati 14 stasiun kecil, beberapa di antaranya tidak lagi digunakan, kata Lin.
Dijuluki kereta "warna biru bebas kekhawatiran," mereka tidak memiliki AC tetapi memiliki jendela yang dapat dibuka dan dapat memberi penumpang rasa nostalgia dalam peran baru mereka, katanya.