(Taiwan, ROC) -- Sebanyak 4 orang asal Rusia dari Tim Balet Klasik Moskow (Moscow Classical Ballet) terdiagnosis menderita COVID-19, pihak penyelenggara secara tiba-tiba mengumumkan pihaknya membatalkan pertunjukan perdana mereka. Setelah Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) melakukan pemeriksaan kedua kepada 48 anggota tari yang tersisa, ada 4 orang yang terdiagnosis, dan semua pertunjukan tim balet tersebut di Taiwan pun dibatalkan.
Menteri Kebudayaan Taiwan (MOC), Le Yung-de (李永得) pada hari Jumat (18 Desember) membeberkan, kasus yang dikonfirmasi dari anggota balet selama masa karantina mandiri tersebut, merupakan pengalaman yang sangat bagus untuk mengingatkan kita agar bisa lebih teliti dalam pencegahan epidemi.
Le Yung-de (李永得) mengatakan, “Berdasarkan pengalaman ini, isolasi mandiri di rumah tidak sepenuhnya menjamin keamanan. Oleh karena itu, selama masa karantina mandiri secara garis besar terdapat 2 metode: Yang pertama adalah tampil di atas panggung setelah masa karantina mandiri, yang kedua adalah perlu menyelesaikan karantina mandiri, kemudian melakukan pemeriksaan lagi (pemeriksaan kedua), untuk memastikan tidak ada masalah sebelum dapat tampil diatas panggung.”
Le Yung-de (李永得) menegaskan, keamanan adalah prinsip pedoman tertinggi selama pencegahan epidemi. Dia yakin bahwa keputusan yang diambil setelah pemeriksaan kedua ini adalah keputusan yang baik dan masuk akal. Mengenai pemberitaan media jika ada anggota rombongan tari yang tidak sudi meninggalkan hotel untuk dipindahkan ke Pusat Karantina Anxin, Le Yung-de mengemukakan bahwa hal tersebut sudah ditangani oleh pihak penyelenggara dan otoritas pemerintah setempat.
Juru Bicara CECC, Zhuang Ren-hsiang saat diwawancara pada pagi hari ini (18 Desember) membeberkan, sebanyak 44 orang yang menjalani karantina rumah akan mengambil 3 penerbangan untuk meninggalkan Taiwan secara bertahap.