(Taiwan, ROC) -- Pandemi COVID-19 terus merebak sehingga menghantam masuknya tenaga kerja asing ke Taiwan, Menteri Ekonomi, Wang Mei-hua hari Rabu (16/12) dalam rapat komite ekonomi Yuan Legislatif mengemukakan, telah bersama Presiden Tsai Ing-wen dan Perdana Menteri Su Tseng-chang tengah memperlonggar cakupan ijin tinggal pekerja migran asing di Taiwan, pada tahap awal terbagi atas dua arahan besar yaitu Apakah akan mengizinkan pekerja migran yang terkena dampak epidemi untuk tinggal di Taiwan, diikuti oleh laporan industri bahwa mereka berharap dapat memperpanjang masa kerja 12 tahun pekerja migran industri di Taiwan. Namun, pertemuan antar kementerian masih dibahas dan belum ada keputusan yang disepakati.
Menteri Ekonomi Wang Mei-hua hari Rabu (16/12) saat menghadiri rapat ekonomi dan pemeriksaan anggaran dana di Yuan Legislatif. Terkait masalah kekurangan tenaga kerja di sektor industry, Wang Mei-hua dalam wawancara sebelum rapat berlangsung menyampaikan, dipengaruhi dengan pandemi yang juga berdampak pada penerimaan Pekerja Migran Asing khususnya Pekerja Migran dari Indonesia untuk sektor industri dan perawat rumah tangga. Wang Mei-hua mengemukakan, sudah bersama Presiden Tsai Ing-wen dan Perdana Menteri Su Tseng-chang melakukan pembahasan lintas kementerian termasuk membahas ijin tinggal PMA dan perpanjangan tahun kerja PMA.
Wang Mei-hua mengatakan,”Untuk yang pertama akan melakukan negosiasi agar iji tinggal para PMA dapat diperpanjang, ini untuk bagian pertama. Kedua adalah bidang industri yang juga mengajukan pada kami terkait situasi pekerja migran, untuk bidang usaha industri masa kerja hanya dapat diperpanjang paling lama 12 tahun, ini satu masalah yang diajukan, juga ada mengajukan apakah ada pendapat lain agar pekerja migran tidak dipengaruhi oleh batas kerja 12 tahun dan lainnya.”
Wang Mei-hua mengemukakan, ini adalah masalah penting, saat ini terus membahasnya dengan lintas kementerian tetapi masih belum ada keputusan.