History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Aksi Mogok Jutaan Dokter India Menentang Putusan Pemerintah Beri Izin Praktisi Ayurveda Melakukan Operasi

  • 12 December, 2020
  • 譚雲福
Aksi Mogok Jutaan Dokter India Menentang Putusan Pemerintah Beri Izin Praktisi Ayurveda Melakukan Operasi
Aksi Mogok Jutaan Dokter India Menentang Putusan Pemerintah Beri Izin Praktisi Ayurveda Melakukan Operasi

(Taiwan, ROC) – Hari Jumat tanggal 11 Desember, lebih dari jutaan dokter di India menggelar aksi mogok kerja, menentang pemerintah federal India yang mengeluarkan ketetapan hukum yang mengizinkan praktisi Ayurveda untuk melakukan operasi bedah kecil pada pasiennya.

Sementara kondisi pandemi COVID-19 di India semakin kritis, lebih dari jutaan dokter turun ke jalan untuk menyuarakan protes mereka ada kemungkinan memengaruhi perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit.

Menurut Universitas Johns Hopkins, jumlah kasus positif terinfeksi COVID-19 di India hampir mendekati 9,8 juta orang, menjadi negara rentan pandemi ke-2 setelah Amerika Serikat.

Indian Medical Association mengumumkan setelah putusan penangguhan tugas dokter dan dokter bedah selama 12 jam menyebabkan konsultasi kesehatan dan operasi mendesak dari ribuan pasien tidak dapat berlangsung.

Ketua Indian Medical Association, Rajan Sharma mengatakan, “Semenjak tanggal 11 Desember mulai pagi hingga malam hari, semua pekerjaan dokter yang mendesak terputus, semua pekerjaan berhenti sementara”. Ia juga mengatakan, aksi mogok dari dokter tidak memengaruhi pekerjaan perawatan pasien COVID-19.

Lebih lanjut Rajan menyampaikan, setelah ketetapan aturan ini dikeluarkan, mengizinkan praktisi Ayurveda mengikuti pelatihan keperawatan operasi, hal ini sangat meremehkan dunia kedokteran.

PM Narendra Modi bulan lalu mengeluarkan ketetapan aturan ini, menyetujui praktisi Ayurveda melakukan beberapa operasi tertentu. Ketetapan aturan tersebut menyetujui praktisi Ayurveda melakukan 39 item operasi umum termasuk 19 item operasi bagian dalam organ mata, telinga, hidung dan tenggorokan.

Rajan Sharma menambahkan, pihaknya telah menyurati pemerintah dan menyampaikan suara protes terhadap aturan baru ini, namun hingga saat ini belum direspons. Mengenai promosi perluasan terapi Ayurveda dan diloloskannya teknik pengobatan tradisional Ayush melakukan operasi terhadap pasien, praktisi Ayurveda juga tidak memberikan komentar apapun kepada media.

Komentar

Terbarumore